GPR Widget

Sekda Garut Dampingi Wamentan RI Kunker ke Kecamatan Cibatu

Diterbitkan

Jumat, 23 September 2022

Penulis

(Diskominfo Garut/Fauziah Ismi)

|

(Diskominfo Garut/Fauziah Ismi)

22 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. GARUT - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menerima secara langsung kunjungan kerja (kunker) dari Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia (RI), Harvick  Hasnul Qolbi ke wilayah Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Rabu (21/9/2022), dalam rangka penanaman benih kopi dan berdialog serta penyerahan bantuan pertanian bagi petani.

Dalam sambutannya, Sekda Nurdin Yana, mengungkapkan, Kabupaten Garut memiliki lahan pertanian yang luas, dengan produk komoditas unggulan seperti padi, kopi, jagung, kapulaga, kunyit dan komoditas lainnya yang berpotensi besar untuk diekspor. 

“Potensi ini, semoga pak Wamen berkenan memberikan dorongan kepada para petani. Sebab, kehadiran pak Wamen dapat memberikan harapan kepada petani di Garut,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wamentan RI, Harvick Husnul Qolbi, mendorong komoditas pertanian Garut agar beorientasi ekspor, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

“Garut ini selain menjadi sentra jagung dan hortikultura, potensi kopi Garut juga luar biasa. Ini harus kita dorong agar bisa berorientasi ekspor,” katanya dalam keterangan tertulisnya. 

Menurut Wamentan RI, situasi krisis global yang saat ini terjadi telah mendorong berbagai negara untuk melakukan food security. Untuk itu, tambahnya, ini merupakan peluang yang baik bagi Indonesia untuk mengekspor komoditas pangannya.

Apalagi, Kementerian Pertanian telah mencanangkan program Gerakan Tiga Kali Ekspor atau Gratieks yang bisa mengakselerasi ekspor komoditas pertanian, termasuk dari Garut.

Namun ia berharap agar indeks pertanaman atau produktivitas pertanian di Garut pun ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik terlebih dahulu serta sebagai upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Adanya tadi apa ancaman global, masalah COVID-19 dan sebagainya, akhirnya beberapa negara secara masif melakukan kegiatan ini (food security). Ini sebetulnya peluang bagi Indonesia. Kita juga punya Atase Pertanian yang bisa membantu memasarkan produk-produk pertanian di luar negeri,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan jika Indonesia tidak perlu melakukan food security, karena ibu pertiwi memiliki sumber daya alam yang luas, disertai dengan pengoptimalan sumber daya manusia yang ada.

"Bisa (melalui) tenaga kerja, artinya bukan transmigrasi tapi memang benar-benar tenaga kerja, ini bisa disikapi, jadi pihak swasta juga kita libatkan di sini untuk bisa menyikapi itu, mudah-mudahan dengan demikian apa yang menjadi kekhawatiran kita semua apalagi kekurangan (pangan), ini tidak mungkin terjadi, saya bicarakan ini berdasarkan fakta dan memang saya buat sendiri ini kajian-kajiannya tanpa melibatkan unsur pemerintah  ini ada tim khusus sendiri," papar Wamentan RI. 

Selain itu, Wamentan Harvick juga turut menyerahkan secara simbolis bantuan dari Kementerian Pertanian kepada petani yang ada di area sekitar Kecamatan Cibatu. Adapun bantuan tersebut berupa alat mesin pertanian (alsintan), traktor roda 4, pompa air, dan kredit usaha rakyat (KUR) pertanian.

Dalam kesempatan itu dilaksanakan penanaman pohon kayu sebanyak 10 bibit Pohon yang ditanam di Alun-alun Kecamatan Cibatu, sebagai bentuk simbolis kepedulian terhadap lahan pertanian.

Editor: admin

Berita Terkait