Wabup Garut Dorong Organisasi Profesi hingga Perusahaan Swasta Bangun Rumah Sakit Ibu Anak

Diterbitkan

Senin, 23 Januari 2023

Penulis

Rilis Humas Pemdakab Garut

|

Rilis Humas Pemdakab Garut

148 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. GARUT - Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Garut pada tahun 2022 terjadi 59 kasus, mengalami penurunan sekitar 47.52% dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu di angka 112 kasus. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Tahun 2022 terjadi di 302 kasus dan mengalami kenaikan 25% dibandingkan dengan Tahun 2021 dengan angka 225 kasus.

Wakil Bupati (Wabup) Garut dr. Helmi Budiman mengungkapkan, permasalahan AKI/AKB saat ini masih menjadi PR yang harus segera diatasi.

Helmi menyebutkan, berdasarkan hasil kajian terakhir, untuk mengatasi AKI/AKB ini diperlukan partisipasi dari segenap masyarakat secara utuh serta tersedianya rumah sakit ibu anak (RSIA) di Kabupaten Garut.

"(RSIA) ini sebenarnya sedang jalankan, contoh misalkan Rumah Sakit Malangbong nah ini lebih fokus diarahkan ke situ (Ibu dan Anak). Nah untuk Rumah Sakit Umum (dr. Slamet) juga kita arahkan untuk membangun atau memperbaiki, (khususnya) memperbaiki UGD lama sehingga bisa dipergunakan untuk peningkatan pelayanan terhadap penyakit ibu anak," katanya dalam keterangan seusai menghadiri acara Rapat Rencana Kerja Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Garut Tahun 2023, di Rumah Makan (RM) Pujasega, Kabupaten Garut, Jum'at (20/1/2023).

Atas hal tersebut, Helmi mendorong kepada organisasi profesi yang ada di Kabupaten Garut ataupun pihak swasta untuk mendirikan RSIA di Kabupaten Garut.

"Memang saya sampaikan bahwa Rumah Sakit Ibu Anak di Garut itu nggak ada, saya tantang organisasi profesi kesehatan apapun profesi yang lain silakan membuat Rumah Sakit Ibu Anak, rumah sakit khusus ibu anak. Nah ini dari swasta kami juga mohon partisipasinya. Di Tasik, Bandung banyak sekali Rumah Sakit Ibu Anak itu, belum punya kita rumah sakit ibu anak, baik pemerintah ataupun swasta, kalau pemerintahkankan rigid ya, (sedangkan) swasta lebih berpeluang dan kami sangat terbuka, bahkan kami bisa bantu di regulasi," ucapnya.

Apalagi, lanjut Helmi, Kabupaten Garut merupakan daerah yang luas dengan penduduk yang banyak, sedangkan jumlah pelayanan kesehatan masih sedikit.

"Banyak lokasi yang strategis itu ya, daerah utara misalkan (di) Kadungora-Leles daerah situ, atau daerah Bayongbong-Cisurupan itu, banyak (lokasi strategis untuk membangun RSIA), Garut inikan luas, penduduknya banyak, (sedangkan) jumlah pelayanan kesehatan masih sedikit," ujarnya.

Sementara itu, berkaitan dengan Rapat Rencana Kerja IBI Cabang Kabupaten Garut Tahun 2023, pihaknya mengapresiasi IBI yang selalu membantu program-program Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Garut.

"Jadi memang ini apresiasi kepada IBI selama ini sudah sangat membantu program-progam pemerintah, terutama kemarin ketika COVID-19, ketika imunisasi IBI ini kan menjadi ujung tombak untuk vaksinasi COVID-19 ini, kita ada apresiasi (untuk IBI)," ucapnya. (humaspemkab.Garut/UPI)

Editor: Upi

Berita Terkait