Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

artikel

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Perjuangan Dokter Muda Afif Perangi Stigma "Santri Kudisan"

    https://jabarprov.go.id/assets/images/artikel/gambar_art430.jpg

    BANDUNG - Stigma santri gampang sakit gatal dan kudisan karena pola hidup yang tidak sehat membuat seorang dokter muda Mohammad Afifi asal Jambi mendorong Gerakan Pesantren Sehat. Upayanya berbuah pengharagaan dari Astra, perusahaan otomotif terbesar di Indonesia.

    Ditengah Pandemi Covid-19, upaya yang dilakukannya semakin pas. Ia pun tak lelah mendatangi sejumlah pesantren untuk mengajarkan hidup sehat degan rajin mencucui tangan dengan sabun.

    Mencuci tangan yang dilakukan para santri di sebuah pesantren terpencil di Kota Jambi sudah menjadi kebiasaan sejak dulu, jauh sebelum ingar-bingar mengampanyekan kebiasaan mencuci tangan guna memutus rantai penyebaran Covid-19 belakangan ini. 

    Mohammad Afifi Romadhoni, seorang pria kelahiran Muara Enim, Sumatera Selatan ini, mampu membuka mata para santri di sana.

    “Saya sangat bersyukur para santri sudah sadar akan pentingnya menjaga PHBS, jauh-jauh hari sebelum masa pandemi COVID-19 terjadi,” ujar Mohammad Afifi, seorang relawan dokter asal Jambi yang juga pendiri Gerakan Pesantren Sehat (GPS). 

    Karena kegigihan pria yang akrab disapa Afif ini mendorong PHBS di lingkungan pesantren, dia akhirnya menerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2019 di bidang kesehatan dari Astra.

    Perjuangan Afif berangkat dari keprihatinan terhadap kebersihan dan kesehatan santri saat masih mengenyam pendidikan di bangku pesantren beberapa tahun silam. Benda-benda yang harusnya dipakai secara terpisah seperti sabun, sikat gigi dan handuk, seringkali dipakai bersama dan bergantian.

    Stigma “belum santri kalau belum kudisan” ia perangi bersama dengan 73 anggota GPS yang rutin mendatangi pondok pesantren untuk memberikan penyuluhan kesehatan, berbagi informasi seputar PHBS bersama santri, berdiskusi lewat tanya jawab hingga membuat agen kesehatan di pesantren.

    Meski dimulai dari Jambi, Afif yang juga salah satu peserta pengabdian program Nusantara Sehat yang digagas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, memiliki asa besar dalam memperluas GPS ke seluruh penjuru Negeri. 

    “Agar kualitas kesehatan para santri semakin meningkat, kami semakin bersemangat karena cukup diapresiasi, teman-teman lain juga melihat ini gerakan positif dan mereka mau berkontribusi,” tambahnya seperti dikutip dari siaran pers Astra belum lama ini.

    Akhir pekan lalu,(18/7/2020), bersama dengan dokter sekaligus aktris Twindy Rarasati, Afif berbagi cerita dalam inspira webinar yang diadakan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia yang berkolaborasi dengan Young On Top. Acara yang mengangkat tema “Pejuang Tanpa Pamrih” dipandu oleh Daniel Mananta sebagai moderator. 

    Twindy berbagi kisah tentang perjuangannya menangani pasien positif COVID-19. Hingga pada masa perjuangannya, alumnus Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta ini, sempat menjadi salah satu pasien yang harus disembuhkan dari penyakit tersebut.

    “Sangat penting menjaga imunitas dan lebih mengenali setiap gejala yang terjadi di tubuh kita. Karena gejalanya tidak spesifik, sering kali mirip dengan penyakit lain yang memiliki gejala serupa seperti common cold,” ujar dokter muda yang juga aktif dalam kegiatan sosial ini.

    Perjuangan kedua sosok ini memberikan banyak inspirasi kepada pemuda-pemudi Indonesia untuk dapat berbuat lebih kepada sesama melalui bidangnya masing-masing. Jo

           
           

    Artikel Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus