Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

artikel

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Uniknya "Imah Gede" di Kampung Kasepuhan Ciptagelar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/artikel/gambar_art432.jpg

    Imah gede adalah sebuah dapur besar yang ada di kampung Kasepuhan Ciptagelar. Dapur ini merupakan tempat berkumpul ibu–ibu saat mempersiapkan makanan untuk acara ritual adat padi. Beruntungnya, panitia acara The 6th Connection yang sedang meneliti kearifan lokal kampung Kasepuhan Ciptagelar bisa merasakan dan menikmati keunikan Imah Gede ini, karena pada saat melaksanakan kunjungan, Kasepuhan Ciptagelar sedang mengadakan acara ritual padi. Dari situlah panitia mengetahui beberapa hal menarik yang menjadi ciri khas imah gede diantaranya yaitu pada saat mempersiapkan ritual padi.

    Dapur ini dikenal sebagai dapur yang tidak pernah padam tungku masaknya selama 24 jam sebab selalu ada tamu yang mengunjungi imah gede, baik itu dari kasepuhan di tempat lain maupun dari pengunjung yang sengaja berkunjung untuk melihat ritual adat padi. Biasanya di dapur ini terdapat pembagian shift yang dibagi kedalam dua shift. Shift pertama dari terbit matahari hingga terbenamnya matahari diisi oleh ibu- ibu, sedangkan shift kedua dari terbenamnya matahari hingga terbit matahari diisi oleh bapak-bapak. 

    Tak hanya keunikan tungku masak yang tidak pernah padam, ternyata ada keunikan lain yang dilakukan di dapur ini loh, yaitu berupa pembagian kerja untuk mengolah makanan. Pembagian kerja yang terdapat di dapur ini ternyata diwarisi secara turun temurun loh! Ketika ada pembagian kerja untuk memasak, ketua adat tidak perlu repot-repot untuk membagi tugas, sebab masyarakat telah mengetahui tugasnya masing masing. Misalnya ketika nenek moyang mereka biasa memasak nasi maka keturunannya akan melanjutkan tugas tersebut, begitupun pada jenis masakan lainnya sehingga ini menjadi keunikan tersendiri masyarakat Kasepuhan Ciptagelar pada saat mempersiapkan ritual adat padi. Biasanya, ketika sedang diadakan ritual padi masyarakat kasepuhan memasak dengan jumlah yang sangat besar, dana untuk bahan makanan yang disediakan pun fantastis, yaitu sekitar angka 100 jutaan loh. Wah ternyata acara ritual padi saja menghabiskan dana sebesar itu ya, pasti kalian bertanya–tanya, dana yang didapatkan dari mana? Nah dana yang didapatkan itu dari iuran warga yang dilakukan setiap miggu. Jadi setiap warga harus membayar iuran sebesar Rp5000 untuk acara ini, makanya tidak heran jika acara ini mengundang keunikan tersendiri bagi para pengunjung. Biasanya, jenis masakan yang dimasak sangat beragam, bisa mencapai lebih dari 30 macam olahan masakan loh. Pasti seru banget ya.

    Seperti yang dikatakan salah satu masyarakat di sana bahwa banyak olahan masakan yang dibuat pada saat mempersiapkan acara ritual padi. Ibu – ibu akan membuat makanan dan kue yang bervariasi baik itu berupa lauk pauk, makanan pembuka, hingga makanan penutup. Makanan yang dibuat tidak hanya makanan pokok, melainkan ada makanan ritual yang dibuat yaitu berupa tumpeng nasi yang didalamnya terdapat harta karun atau berbagai masakan yang bahan utamanya terbuat dari daging rusa. 

    Waaahh ternyata banyak sekali keunikan yang didapatkan dari satu kearifan lokal yang ada di Kampung Kasepuhan Ciptagelar ini, itulah beberapa kearifan lokal yang ada di Kampung Kasepuhan Cipta Gelar .

     

           
           

    Artikel Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus