Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Festival Kopi, Mampu Jaring Pembeli Luar Negeri

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10060.jpg

    BANDUNGKAB-UNTUK kedua kalinya, Kabupaten Bandung mampu menyelenggarakan Festival Kopi yang tergolong sukses. Bahkan dalam festival kali ini yang dipusatkan di Gedung Moch. Toha-Soreang, Rabu (5/11), panitia berhasil melakukan lelang kopi yang disaksikan langsung para calon buyers (pembeli) dari Australia, Taiwan, Korea Selatan dan sejumlah buyers lokal dari Jakarta, Surabaya dan Bali.

    Disamping lelang, dalam festival yang berlangsung selama dua hari ini dilangsungkan pula uji mutu yang dilakukan sejumlah ahli kopi. “Uji mutu merupakan langkah terbaik untuk memberikan kepercayaan kepada calon pembeli dari luar negeri maupun lokal”,  ungkap Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH., S.Ip seusai membuka “Bandung Coffee Festival”.

    Kepercayaan para buyers luar negeri terhadap kopi asal Kabupaten Bandung, menurutnya semakin menguat. Hal ini dikarenakan kualitas kopi yang dihasilkan Kabupaten Bandung telah mampu meraih penghargaan terbaik pada festival kopi internasional yang berlangsung di Bangkok Thailand beberapa waktu lalu. “Kita meraih lima penghargaan terbaik, itu luar biasa sekali” kata H. Dadang M. Naser.

    Hal itu diakui pula oleh salah seorang eksportir kopi, Nathanel. Menurutnya kopi asal Kabupaten Bandung telah mempunyai nama ditingkat dunia. “Di Dublin Irlandia saya menyaksikan sendiri kopi Kabupaten Bandung berhasil menyisihkan kualitas kopi asal Afrika yang selama ini terkenal sebagai penghasil kopi terbaik dunia”, katanya.

    Ia menyebutkan, harga kopi dengan mutu kelas satu sekarang ini sudah mencapai Rp 120 ribu per kilogram. Mengalami kenaikan yang sangat luar biasa dibanding lima tahun lalu yang rata-rata dipatok pada harga Rp 12 ribuan per kilogram. “Peluang ini semestinya harus dimanfaatkan oleh seluruh petani kopi di Kabupaten Bandung untuk terus meningkatkan kualitasnya”, katanya pula.

    Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Bandung Ir. H. A. Tisna Umaran, MP mengungkapkan, luas tanaman kopi di Kabupaten Bandung mencapai 10.013 Ha. Sedangkan produksi bahan mentah mencapai 25.550,40 ton/Ha, adapun hasil olahan tercapai 6.637 ton/Ha.
    Sampai dengan tahun 2014, pengembangan tanaman kopi di Kabupaten Bandung tersebar di 10 kecamatan, masing-masing Kecamatan Pangalengan, Paseh, Kertasari, Ibun, Ciwidey, Rancabali, Pasirjambu, Pacet, Cimaung dan Kecamatan Cikancung. Jumlah pemilik kebun kopi tercatat 14.599 orang yang menyerap jumlah tenaga kerja sebanyak 7.234 orang.

    Selain memanfaatkan lahan hak milik, pengembangan kopi dilakukan pula melalui pola PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) yang melibatkan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). Dengan pola ini, kelestarian hutan akan semakin terjaga, disamping ekonomi masyarakat disekitarnya akan terbantu.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus