Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Inflasi jabar Akhir Tahun Capai 7,5 plus minus 0,5 %

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10276.jpg

    Bandung - Bank Indonesia (BI) Bandung memperkirakan inflasi Jabar akan tetap sesuai arahan BI, yakni berkisar 7,5 % plus minus 0,5 %. Pada November ini, inflasi year on year Jabar sebesar 5,54%.

    Dalam siaran persnya BI menginformasikan, perkembangan inflasi Jawa Barat pada November 2014 kembali mengalami tekanan yang cukup tinggi pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 18
    November 2014.

    Inflasi Jawa Barat secara tahunan pada November 2014 tercatat sebesar 5,54% (yoy), sedangkan nasional tercatat sebesar 6,23% (yoy).

    Inflasi Jawa Barat sebenarnya telah mencapai kondisi yang jauh lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional sejak Juli 2014, dan terus berlanjut hingga saat ini. Kondisi tersebut mencerminkan pengendalian
    inflasi di Jawa Barat sepanjang tahun 2014 lebih efektif di tengah berbagai tekanan administered prices seperti kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan harga LPG 12 kg, dan kenaikan harga BBM bersubsidi.

    Selain itu, meksipun terjadi gejolak harga pada beberapa komoditas pangan seperti cabai merah dan beras. Namun secara umum, perubahan harga komoditas pangan strategis di Jawa Barat masih cukup terkendali
    dibandingkan tahun sebelumnya.

    Realisasi inflasi bulanan Jawa Barat pada November 2014 ini sebesar 1,59% (mtm), atau sejalan dengan arah perkiraan Bank Indonesia yang cenderung bias ke atas. Hal ini disebabkan karena kenaikan harga BBM
    bersubsidi bersamaan waktunya dengan kenaikan harga cabai merah, cabai rawit dan cabai hijau yang cukup tinggi pada bulan ini. Kenaikan inflasi juga sejalan dengan ekspektasi harga oleh sebagian besar
    konsumen di Jawa Barat sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

    Bank Indonesia memperkirakan tekanan inflasi pada akhir tahun masih cenderung meningkat. Hal ini dikarenakan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi pada November 2014 baru sekitar 35% dari total dampak yang diperkirakan akan terjadi. Meskipun demikian, Bank Indonesia masih optimis, inflasi pada akhir tahun diperkirakan akan terkendali sesuai dengan perkiraan.

    Menghadapi hal tersebut, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) Jawa Barat yang secara langsung melakukan
    program-program pengendalian inflasi yang telah dicanangkan. Dengan demikian, inflasi Jawa Barat pada hingga akhir tahun 2014 diperkirakan mencapai pada kisaran 7,5+ 0,5%. Sementara inflasi pada tahun 2015
    diperkirakan lebih terkendali dan kembali ke sasarannya yaitu 4+1%. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus