Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Di Gotrasawala, Jabar Kumpulkan Seniman Nasional & Dunia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10289.jpg

    CIREBON - Jawa Barat kembali mengumpulkan para seniman nasional dan internasional pada gelaran Gotrasawala II 2014 (Festival Seni-Budaya & Konferensi). Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Pendopo Keraton Kasepuhan Cirebon, Kota Cirebon, Rabu siang (3/12) dan dihadiiri oleh Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, serta Sekda Pemerintah Kota Cirebon.

    Gotrasawala West Java Cultural Performing Arts and Film Festival tahun ini mengambil tema "Revisiting Cirebon in the 17th Century". Seperti temanya, Gotrasawala merupakan sebuah pertemuan agung atau seminar dan simposium para Seniman, Budayawan, serta Sejarahwan dari seluruh Nusantara dan Mancangera, yang berkumpul pada suatu kesempatan di abad ke-17 yang digagas oleh Kesultanan di Cirebon. Mereka berkumpul untuk mendiskusikan berbagai masalah nusantara dan menghasilkan sebuah naskah yang dinamakan Wangsakerta, yang saat ini tersimpan di Museum Sri Baduga, Kota Bandung.

    Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Deddy mengatakan bahwa event ini diharapkan dapat memupuk rasa kebangsaan, kebanggaan, serta memperkokoh jati diri bangsa yang dapat berdampak pada pelestarian seni dan budaya juga dunia pariwisata.

    "Dan tentunya menjadi harapan event ini menjadi ajang untuk mempuk rasa kebangsaan, kebanggaan, memperkokoh jati diri bangsa, sekaligus untuk kepentingan sejarah, ilmu pengetahuan, seni, dan dapat menunjang kepariwisataan sejarah dan budaya", ungkap Wagub dalam sambutannya.

    Selain itu, melalui event ini Pemerintah Provinsi Jabar pun ingin dapat menjadi replikasi dan dikembangkan dalam konteks kekinian. Untuk itu, pada kesempatan ini dikumpulkan para seniman, budayawan, tokoh masyarakat, para peneliti, serta ahli sejarah baik nasional maupun internasional untuk mendiskusikan dan berbagi informasi berbagai hal mengenai isu-isu dan potensi seni-budaya Jawa Barat secara komprehensif sekaligus merumuskan alternatif solusi pengembangan budaya Jawa Barat, sehingga akan melahirkan statement yang dapat mendorong kekuatan kearifan lokal sebagai spirit dalam membangun bangsa dan negara.

    Sementara itu, menurut Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon Sultan Sepuh XIV PRA Arif Natadiningrat bahwa event ini dapat dimanfaatkan untuk kembali menggaungkan nama Kesultanan Cirebon dan mengharapkan agar event ini dapat menginventarisasi nilai-nilai sejarah Kesultanan Cirebon serta membangkitkan wisata di Cirebon. "Banyak sekali yang diharapkan melalui event ini, kita dapat menginventarisir sejarah-sejarah kita, seni dan budaya kita, juga bagaimana bisa memanfaatkan seni-budaya untuk pariwsiata yang bisa berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat", ungkap Sultan usai pembukaan kepada wartawan.

    Gotrasawala II tahun 2014 akan digelar dari tanggal 3-6 Desember 2014 di Cirebon yang melibatkan peserta dari Indonesia, Korea, Jepang, Belanda, Australia, dan Amerika.

    Event ini akan menghadirkan seminar "Gotrasawala: Revisiting Cirebon in the Late 17th Century" dengan pembicara ahli sejarah Prof. Taufik Abdullah yang mengambil topik "The Issue of Methodology in History". Selain itu, ada pula seminar dengan tema West Javanese Arts: Past, Present & Future.

    Selain seminar, ada penampilan seni (performing arts) yang melibatkan seniman mancanegara seperti Anna Alcaide, Peter Chin, dan lain-lain dalam Fringe Festifal di Alun-Alun Kejaksan, Cirebon.

    Ada pula Festival Film Etnografi (Budaya), yang telah dimulai dalam Workshop Etnographic Film Festival dari tanggal 16-19 Juli lalu di Bogor yang melibatkan instrktur Film Etnografi kelas dunia seperti Lawrence Blair (Ring of Fire), Tino Saroenggalo (Eat, Pray, and Love), dan Agni Aryatama, serta sajian film tentang Jawa Barat yang tersimpam di Dutch National Film Archive.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus