Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pengobatan Gratis Penderita Katarak

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10324.jpg

    BANDUNGKAB-Tidak kurang 43 orang penderita mata katarak asal Kabupaten Bandung dipastikan mendapat pengobatan gratis di RSUD Soreang. Pengobatan dalam rangka Bhakti Sosial Polda Jabar tersebut dimaksudkan pula sebagai langkah membangun kemitraan antara kepolisian, pengusaha dan masyarakat.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Dr. H. Ahmad Kustijadi, M.Epid menyebutkan, pelaksanaan operasi katarak berlangsung sehari penuh di RSUD Soreang, Senin (9/12). Menurutnya jumlah penderita yang dipastikan bisa dioperasi sebanyak 43 orang. “Sementara sisanya 98 orang sedang dilakukan screening oleh tim dokter, diantaranya pemeriksaan gula darah, tensi maupun pernapasan. Jika dari hasil screening tersebut ternyata tidak ada keluhan, semuanya bisa dilakukan operasi”, Kata H. Ahmad Kustijadi.

    Pengobatan gratis operasi mata katarak, menurut Ahmad Kustijadi dikhususkan bagi penderita dari golongan warga kurang mampu secara ekonomi dan yang memang sudah lama mengidap katarak. Karena menurutnya, biaya operasi katarak cukup mahal sekitar Rp 5 juta. “Sekarang ada kegiatan bhakti sosial Polda Jabar yang menggratiskan pengobatan tersebut, kita patut bersyukur”, katanya pula.

    Disebutkan oleh Ahmad Kustijadi, jumlah penderita katarak yang mengalami screening  masing-masing dari Polres Bandung 83 orang, Cimahi 3 orang, Garut 1 orang, Subang 5 Orang dan Kota Tasikmalaya 11 orang.

    Wakil Bupati Bandung H. Deden R. Rumaji, M.Ap, menyambut baik kegiatan bhakti sosial operasi katarak tersebut karena bisa memberikan manfaat yang cukup besar bagi warga kurang mampu. “Atas nama pemerintah dan warga Kabupaten Bandung saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut terlibat dalam kegiatan ini”, katanya.

    Ia menyebutkan jumlah penderita mata katarak di Indonesia, cukup banyak. Bahkan menduduki peringkat kedua tertinggi di kawasan Asia, sekitar 1,5 juta penderita. Kondisi ini menurutnya, tidaklah mengherankan karena Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki pancaran sinar matahari lebih dari cukup dibanding negara lain yang mempunyai empat musim.

    “Namun dengan mendapatkan pancaran sinar matahari yang berlebih, disisi lain berdampak pula terhadap kesehatan mata masyarakat yang salah satunya menjadi penyakit katarak”, katanya H. Deden R. Rumaji pula.

    Masyarakat yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani atau nelayan, merupakan paling rentan terserang penyakit tersebut. Karena mereka bekerja langsung dibawah terik matahari tanpa menggunakan kacamata pelindung.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus