Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Minta Kawasan Hulu Dikonservasi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10351.jpg

    JAKARTA-Terkait proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang di dalamnya akan dibangun sebuah tanggul raksasa atau giant sea wall di Teluk Jakarta, Jawa Barat meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengkonservasi kawasan hutan, sehingga proyek tersebut tetap memperhatikan area hulu dalam proses pembangunannya.

    Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rapat dengan Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, serta jajaran Menteri terkait di Gedung AA Maramis II, Jl. Banteng Timur 2-4 Jakarta, pada Selasa (912). Menurut Gubernur hal ini perlu dilakukan, agar dalam proses penanganan banjir Jakarta-yang merupakan salah satu tujuan dari proyek NCICD ini tetap memperhatikan kawasan hulu serta Daerah Aliran Sungai atau DAS yang ada di wilayah Jawa Barat.

    Untuk itu, Gubernur mengatakan kebijakan ini tidak hanya dapat dikoordinasikan dengan Kementerian PU saja, namun juga perlu adanya peran serta dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebagai pihak yang dapat menjadi koordinator dalam mengkonservasi hutan.

    “Kita mengusulkan supaya perhatian kepada suluruh kawasan sungai itu utuh. Karena kalau kita kemudian perhatiannya tertuju pada tanggul raksasa berarti itu perhatian pada hilir saja. Perhatian pada hilir, nuansanya pembiayaan, nuansanya pemanfaatan, nuansanya proyek. Padahal urusan air itu dari hulu ke hilir bukan hanya urusan hilir. Jadi kita meminta hulu-hilir perhatiannya utuh. Kemudian tentu kewajibannya di hulu bukan lagi Kementerian PU, tapi Kementerian Kehutanan, leader-nya. Jadi, Kementerian Kehutanan pun kita pesan tadi supaya agresif tidak konservatif, segaresif Kementerian PU”, ungkap Gubernur usai rapat kepada Wartawan.

    Selain itu, menurut Gubernur perlu juga diperhatikan kawasan tengah sungai atau DAS yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber kehidupan, sehingga membangun struktur di kawasan hilir melalui tanggul raksasa tersebut dengan nonstrukturnya melalui konservasi hutan dan pemeliharaan DAS-nya dapat dilakukan bersama. Dengan demikian akan muncul kepedulian atau daya dukung terhadap lingkungan dalam setiap pembangunan.

    ”Yang kita laksanakan adalah sebagaimana semula, sehingga daya tahan daya dukung lingkungan, caring capacity kita semakin meningkat, semakin bagus. Kalau caring capacity kita bagus, air terpelihara dengan baik, sebab kalo air itu diserap oleh tanah sebagaimana mestinya-sebagian dialirkan, tidak akan banjir”, kata Gubernur.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus