Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    69 Tahun PGRI, Komitmen Para Guru Untuk Mencerdaskan Bangsa

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10360.jpg

    BANDUNG -- Pada peringatan Hari Guru dan HUT PGRI ke 69 di Hotel Horison, Bandung, Rabu (10/12).

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar memuji komitmen guru dalam mencerdaskan dan melawan kebodohan serta kemiskinan guna memajukan suatu peradaban.

    karenanya ketika terjadi polemik dalam sistem pendidikan seperti perubahan kurikulim, maka Deddy meminta komitmen guru tersebut tetap terjaga.

    “Apapun bentuk kurikulum yang ada. tapi komitmen guru ini diperlukan untuk terus memberikan pendidikan Kepada generasi muda kita. Mau polanya kaya apa, kurikulumnya kaya apa itu ga ada persoalan menurut saya. Yang penting komitmen para guru. Secanggih apapun komitmen apapun tanpa ada komitmen dari guru saya rasa percuma. Dulu juga ga ada K13 ga ada segala macam itu bisa merdeka juga,” tutur Deddy.

    Selain problem tersebut guru dihadapi masalah kesejahteraan. Karena sampai saat ini masih banyak guru yang belum mendapatkan upah yang layak. Tetapi karena semangatnya maka mereka masih bisa terus beraktifitas menjalankan tugas. Sehingga Deddy meyakinkan bahwa pemerintah pada waktunya akan merubah hal tersebut.

    “Tapi tinggal tunggu waktunya. Saya kira tidak akan begini terus. Tergantung bagaimana kemampuan pemerintah. Di APBN atau di APBD, untuk memberikan penghargaan kepada para guru yang sekarang ini honornya Cuma 300ribu dan segala macam. Tapi beliau kan terus mengajar, system pengajaran kita terus berlangsung,” tambah Deddy.

    Sedang menurut Ketua PGRI, Edi Permadi perubahan system pendidikan yang saat ini sedang terjadi PGRI dan guru lainnya akan bersikap menunggu dan mengikuti aturan yang ada. akan tetapi dia meminta semestinya perubahan tersebut dilakukan secara bertahap dan pelan-pelan. Karena dalam pendidikan tidak semudah membalikan telapak tangan.

    “Samalah dengan kita. Kita menunggu. Ya kita sebagai pelaksana dibawah kan. Tidak harus dipengaruhi oleh pendapat-pendapat yang mengaburkan. Nanti belajar mengajar anak-anak kasihanlah. Kalau ini terus, ini tidak padahal dalam satu sekolah yang sama. Ini kasihan sekali teman-teman kita. Ini membingungkan, menurut kami bahasa oganisasi kami kalaupun ada perubahan atau mau dihentikan ya secara perlahan-lahan, sedikit-sedikit,” Tutur Edi

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus