Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pusat Dukung Strategi Aher Tangani Banjir Citarum

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10434.jpg

    KAB. BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi Indonesia Yuddy Chrisnandi, meninjau langsung kondisi korban banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu sore (21/12). Hadir pula Wakil Bupati Bandung Deden R. Rumaji.

    Kondisi korban dan hamparan banjir yang ditinjau yakni di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Kecamatan Bojongsoang. Peninjauan berlangsung sekitar tiga jam hingga menjelang petang.

    Di Kecamatan Bojongsoang, Menteri Yuddy dan Gubernur Aher menumpang perahu karet untuk meninjau kondisi banjir hingga hamparan banjir terdalam di sisi Sungai Citarum. Di sini, kedalaman banjir mencapai rata-rata dua meter.

    Tak jauh dari bibir Citarum, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Indonesia bersama Aher memimpin langsung koordinasi penanganan banjir Kabupaten Bandung Barat, dan wilayah sekitarnya.  

    "Saya memang bukan menteri teknis yang menguasai persis persoalan banjir di sini. Yang pasti kita menghendaki agar lima tahun ke depan, masalah banjir di Kabupaten Bandung ini bisa selesai," kata Yuddy.

    Gubernur Jabar melalui selembar peta menjelaskan kepada Yuddy bahwa penanganan banjir yang disebabkan luapan air Citarum, harus selesaikan secara holistik. Penanganannya wajib melibatkan seluruh komponen pemerintahan, swasta, dan lembaga masyarakat.

    "Sejak 2013, kami mulai penanganan secara komprehensif. Selama ini kita bekerja secara parsial. Penanganan banjir harus diselesaikan mulai dari hulu sampai hilir," tandas Aher, seraya menambahkan pihaknya telah mempresentasikan road map (strategi lengkap) penanganan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum ke pemerintah pusat.

    Selain menanggulangi kerusakan alam dari hulu hingga hilir, Aher kepada Men-PAN mengutarakan Pemprov Jabar juga serius menangani dampak sosial di lokasi pelanggan banjir. Dikatakan, permukiman warga yang memang berada di dataran rendah --seperti di tiga kecamatan tersebut-- harus di relokasi.

    Ditambahkan, lahan yang telah dikosongkan nantinya menjadi area serba guna, selain menjadi penampung luapan dan resapan air. "Tanah relokasi bisa dijadikan taman kota atau bahkan lapangan olahraga. Saat sungai meluap area tadi menjadi lahan penampung banjir," lebih lanjut Aher.

    Gubernur menegaskan pula relokasi pernah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung. Namun, kata Aher, sebagian warga kembali ke lokasi rawan banjir.  "Kedepannya tidak boleh gagal lagi, harus sukses relokasinya. Kita beri waktu hingga beberapa tahun ke depan," tandas Aher.

    Atas penjelasan tersebut, Yuddy menyatakan dukungannya. Ia berjanji akan mengoordinasikan langkah Pemprov Jabar dengan pemerintah pusat. Dikatakan, pemerintah pusat akan mendukung penuh tuntutan penanganan komprehensif kerusakan alam --khususnya DAS Citarum.

    Yuddy lalu meminta Aher kembali memaparkan road map penanganan kerusakan DAS Citarum yang menjadi pemicu utama banjir di Kabupaten Bandung dan daerah sekitarnya. "Pak Gubernur perlu memaparkan kembali strateginya agar jelas kebutuhan yang perlu disiapkan pemerintah pusat," ungkap Yuddy.***

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus