Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penghargaan Adiwiyata Bagi 4 Sekolah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10457.jpg

    BANDUNGKAB-Selama tahun 2014, empat sekolah di Kabupaten Bandung memperoleh penghargaan Adiwiyata Nasional. Penghargaan dibidang lingkungan sekolah tersebut, masing-masing diberikan kepada SMA Negeri 1 Margahayu, SMP Negeri Ciparay, SMP Negeri 2 Cileunyi dan SD Talenta Margaasih.

    “Semoga penghargaan yang diperoleh ini bukan untuk disimpan sebagai monumen, tapi bisa menjadi virus positif bagi sekolah lainnya, dengan mengajak dan membina sekolah yang ada di sekelilingnya”, tegas Sekretaris Daerah kabupaten Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira, MP pada kegiatan “Gebyar Sanitasi Award 2014” di Kopo Square Margahayu, Selasa (23/12).

    Ia menegaskan penghargaan yang diberikan tersebut bukan merupakan penilaian yang sifatnya dilombakan. Tetapi semata-mata ingin memberikan inspirasi kepada seluruh sekolah untuk mewujudkan kecintaan kita terhadap lingkungan.
    Menurut H. Sofian Nataprawira, kecintaan terhadap lingkungan harus diberikan kepada anak-anak sejak dini. Disamping pihak sekolah pun harus mampu memberikan gambaran kongkrit tentang kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Ia merasa yakin, kecintaan terhadap lingkungan akan terus tumbuh jika diberikan contoh yang nyata.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bandung Drs. H. Agus Firman Zaini, M.MPd meyebutkan, empat fasilitas yang mesti diperhatikan dalam penataan lingkungan sekolah. Diantaranya, toilet yang bersih dan berjarak antara toilet putri dan putra, tersedianya tempat pembuangan sampah dan bank sampahnya, penghijauan dengan tanaman bermanfaat serta tersedianya penyerapan air.

    H. Agus Firman mengakui, tidak mudah untuk mengubah pola pikir (mind set) para guru dan murid dalam penataan lingkungan. Oleh karenanya, pada tahun 2014 kegiatan Sanitasi Award di Kabupaten Bandung hanya diberikan kepada 390 sekolah mulai SD, SMP dan SMA/SMK dari 3.327 sekolah yang ada.

    “Dengan cara ini, saya berharap satu sekolah yang mengikuti Sanitasi Award nantinya bisa menjadi contoh bagi sekolah lainnya”, katanya pula. Sebagai tahap awal untuk merubah mind set warga sekolah terhadap kepedulian lingkungan, dilakukan melalui “Evaluasi Diri Sekolah”.

    Evaluasi tersebut kata H. Agus Firman mencakup beberapa penilaian, diantaranya kebijakan pengelolaan sanitasi lingkungan sekolah, pelaksanaan kurikulum berbasis sanitasi sekolah, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana sanitasi lingkungan.

    Dari penilaian tersebut, akan muncul masing-masing grade sekolah mulai grade A, B, C dan D. Penentuan grade sekolah dilakukan secara acak oleh tim sanitasi dari tingkat kecamatan dan kabupaten. “Penilaiannya dilakukan secara objektif sesuai dengan potret sekolah yang ada”, kata H. Agus Firman Zaini.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus