Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Curah Hujan Tinggi Penyebab Banjir

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10472.jpg

    BANDUNG-Kepala Balai Besar Wilayah Citarum (BBWS), Syafrudin dalam keterangannya kepada wartawan Kamis (24/12) di Kantornya mengatakan, curah hujan tinggi menjadi penyebab utama bencana banjir di wilayah Bandung bagian selatan,

    Akibat kondisi tersebut, menyebabkan debit Citarum tidak bisa menampung air lagi. Dengan program pengerukan, debit lima tahunan tak lagi bisa menampung air yang datang ke Sungai Citarum, Dengan kondisi tersebut, program
    pengerukan seharusnya menjadi 20 tahunan.Oleh Program pengerukan di area Sungai Citarum sudah dimulai tahun 1994 sampai tahun 2007.

    Di tahun 2007 kondisi Sungai Citarum kembali ke program 5 tahunan lagi lagi karena sedimentasi. Kini, besaran  sedimentasi menjadi  3,5 juta atau 3.500 meter kubik per tahun.

    Oleh karena utu, untuk menyelesaikan persoalan banjir di wilayah Bandung Selatan, harus koordinasi lintas instansi.

    Sementara itu, Asisten Perekonomian Pemprov. Jabar
    Jerry Januar, dalam keterangannya mengatakan   Evaluasi sementara, faktor curah tinggi menjadi penyebab bencana banjir di kawasan Bandung Selatan.

    Alih fungsi lahan juga menjadi penyebab banjir di kawasan tersebut. Untuk kondisi terkini,  sedimentasi masih terjadi di sungai Citarum yang disebabkan faktor erosi.

    Disisi lain, Kadis PSDA Jabar, Edi Iskandar Muda  Nasution dalam keterangannya secara terpisah mengatakan  Solusi untuk menyelesaikan persoalan sudah disiapkan dari tahun 2010.

    Solusi, tersebut harus   ditindaklanjuti oleh Pemkab.
    Solusi tersebut, meliputi  penanganan struktural berupa  fisik seperti pengerukan. Pembuatan waduk, pembuatan folder.

    Solusi berikutnya berupa solusi kultural yaitu  mengubah perilaku masyarakat. Solusi lain juga sudah direalisasikan yaitu relokasi. Relokasi baru dilaksanakan di kawasan Cieunteng, lahan  baru dibebaskan 1 Ha dari 5 Ha. (Nur)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus