Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dalam Tiga Tahun, Harus Tercapai Swasembada Pangan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10476.jpg

    SUBANG-Presiden Joko Widodo ancam pecat Menteri Pertanian apabila swasembada pangan Nasional tidak tercapai dalam 3 tahun. “Saya ingin maksimal dalam waktu 3 tahun Indonesia harus bisa swasembada Pangan. Kalau dalam 3 tahun masih dengar ada impor karena kekuarangan. Saya pastikan diganti,” tegas Presiden saat berdialog dengan para petani dan tokoh pertanian di Kawasan Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi) Sukamandi Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang Jawa Barat, Jum’at siang (26/12).

    Salah satu motivasi Swasembada Pangan, kata Presiden, saat dirinya bertemu dengan Presiden Vietnam yang menanyakan kapan mau membeli beras lagi. Saat itu langsung panggil Menteri Pertanian untuk memetakan permasalahan dalam memenuhi swasembada pangan. Untuk tujuan tersebut, pemerintah akan memenuhi segala keperluan untuk memenuhi upaya swasembada pertanian nasional. “Minta apapun saya beri. Apapun kebutuhannya termasuk 69 ribu traktor. Tapi harus ada hasilnya yaitu target (Swasembada Pangan) terpenuhi,” tegasnya lagi.

    Para Insinyur Harus Ada di Lapangan

    Potensi yang dimiliki Indonesia sebenarnya sudah memadai. Diantaranya luas lahan dan benih. Kita memiliki Balai Besar Penelitian Padi yang bisa menghasilkan benih dalam jumlah besar. Bila di Balai Penelitian bisa dilakukan karena dilaksanakan dengan cermat sedangkan di lapangan petani tidak pernah diberikan pejelasan mengenai teknis penanamannya. “Oleh karena itu, saya titip kepada Kementrian Pertanian agar yang nama insinyur-insinyur kita jangan ada di kantor. Harus selalu di lapangan,” ujarnya menegaskan.

    Para insinyur harus bisa memberikan penyuluhan kepada kelompok-kelompok tani. Mengidentifikasi kesulitan di lapangannya. “Harus kembali ke lapangan", ulangnya.

    Jangan sampai Kebanyakan insinyur kita berada di administrasi,” tegas Presiden.

    Sedangkan keperluan implementasi para insinyur itu ada di lapangan. Untuk memeriksa  kualitas jalan, kualitas bendungan atau pun kualitas irigasi. Untuk menjadikan Pertanian Indonesia mampu bersaing dengan negara pengahasil pangan lainnya.

    5 tantangan Besar Pertanian Indonesia

    Pada kesempatan tersebut Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menyampaikan, setelah mengunjungi 50 kabupaten di 14 provinsi, petani Indonesia menghadapi tantangan. Pertama, kondisi irigasi lebih dari 52% dalam keadaan rusak dan tidak pernah diperbaiki selama 20 tahun. Kedua, tantangan pupuk dalam masalah distribusi bahkan tidak mencukupi. Ketiga, serapan benih, ditahun 2014 hanya 20% yang membuat produksi menurun. Keempat, alat produksi pertanian (alsintan) dan kelima penyuluh.

    Untuk mengatasi masalah tersebut tadi melalui Peraturan Presiden No. 172 tahun 2014 yang menghasilkan perbaikan irigasi akan dilakukan secara bertahap yaitu 1 juta hektar per tahun. Kemudian pemenuhan benih untuk 5 juta hektar yang artinya 40% areal sawah selama masa tanam tahun 2015.

    Kebutuhan pupuk disediakan pupuk gratis sebanyak 57 ribu ton. Untuk alat produksi pertanian (alsintan) disediakan 69 ribu unit traktor diantaranya 1099 unit untuk Jawa Barat yang dibagikan pada hari ini.

    “Kita juga kekurangan 21 ribu tenaga penyuluh. Untuk mengatasinya Kementerian Pertanian membuat MoU dengan TNI melibatkan Babinsa seluruh Indonesia berjumlah 62 orag untuk bekerjasama memantau perkembangan swasembada pangan,” jelas Andi.

    Menyerahkan Penghargaan APN

    Pada kesempatan kunjungan ke Subang, Presiden menyerahkan penghargaan Adhikarya Pangan Nuantara (APN) kepada 95 orang petani dan tokoh pertanian yang berjasa dalam upaya swasembada. Diserahkan juga Pin Emas kepada 4 gubernur, yaitu Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Guburnur Jawa Timur, Soekarwo, Gubernur Sulawesi Selatan, Sahrul Yasin Limpo dan Gubernur Nusa Tenggara Timur, M Zainul Majdi MA.

    Usai penyerahan kemudian Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Iriana serta Menteri Pekerjaan Umum bersama rombongan menuju Pesantren Al-Islah di Jatireja Kecamatan Compreng dan sholat Jum’at.

    Usai shalat Jum’at kemudian dilanjutkan meninjau lokasi proyek Pembangunan Jalan Tol di daerah Cilameri Subang dan kemudian presiden kembali ke Jakarta.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus