Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemprov Jabar Gandeng TNI Bangun Kedaulatan Pangan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10556.jpg

    BANDUNG–Hingga saat ini, Jawa Barat masih menjadi lumbung pangan nasional. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya dalam meningkatkan produksi pangannya guna mendukung program swasembada pangan nasional. Kali ini, Pemprov Jabar bekerjasama dengan TNI untuk mewujudkan kedaulatan pangan tersebut.

    Kerjasama ini tercantum dalam Memorandum of Understanding (MoU) tentang Peningkatan Produktivitas Hasil Pertanian yang ditandatangi bersama oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim dalam acara silaturahmi Kasad TNI bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Barat dan Banten, yang digelar di Graha Tirta Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (13/1).

    Usai acara, Gubernur Ahmad Heryawan mengharapkan dengan bantuan TNI tersebut dapat lebih memperkokoh kedaulatan pangan, khususnya di Jawa Barat. Dan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Jabar dalam mempertahankan serta menambah produksi pangannya.

    Provinsi Jawa Barat telah memberikan kontribusi 18% dari keseluruhan produksi pangan Indonesia. Pemerintah Pusat pun memberikan target tambahan produksi pangan kepada Jawa Barat hingga 1 juta ton per tahun guna mengamankan cadangan beras nasional. “Target optimisnya tambah 1 juta ton lagi dari 12 juta yang sekarang ada. Kemudian target besarnya mudah-mudahan bisa sampai 2 juta ton”, ungkap Gubernur kepada para pewarta.

    Gubernur pun berujar kerjasama dengan TNI ini merupakan salah satu operasi militer selain perang, yang dilakukan TNI dalam rangka mendukung kedaulatan pangan nasional dan Jawa Barat.

    Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan, bahwa salah satu upaya yang dilakukan TNI dalam membangun kedaulatan pangan nasional ini, yaitu dengan menerapkan sistem pertanian yang telah dipelajari para anggota TNI. Menurutnya hal tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah di Indonesia.

    “Beberapa saat yang lalu seluruh Kodam dan beberapa Perwira dan Bintara melaksanakan kegiatan pembelajaran di Bone. Karena di sanalah yang sudah terlihat hasilnya sangat signifikan. Dari 2008 sampai dengan 2014 kemarin tidak pernah menurun malah meningkat. Dan target dua juta itu bisa terlampaui. Tentunya nanti diaplikasikan sesuai dengan kondidi wilayahnya masing-masing”, ungkap Gatot.

    Selain MoU tersebut, Jawa Barat telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan produksi pangannya. Diantaranya dengan menetapkan lahan pangan berkelanjutan, melalui pencegahan alih fungsi lahan. Dan hal ini telah diatur dalam Perda yang ada di setiap Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat.

    Sementara untuk pupuk dan benih, Gubernur pun menjamin tidak akan lagi ada keterlambatan dalam pemenuhan kebutuhan pupuk dan benih. Karena hal tersebut telah diatur dalam Perpres, sehingga pengadaan pupuk tidak perlu lagi tender, namun dengan penunjukkan langsung.

    Upaya lainnya, yaitu Jawa Barat terus mencetak lahan sawah baru khususnya di wilayah Jabar Selatan, serta memberikan bantuan 1500 traktor kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang akan direalisasikan pada tahun ini.

    Pada acara yang turut dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Wakil Gubernur Jabar, Plt. Gubernur Banten, Kapolda Jabar & Banten, Ketua DPRD Jabar & Banten, Ketua Pengadilan Tinggi Jabar & Banten, Bupati/Walikota se-Jabar & Banten, seluruh unsur Forkompinda Provinsi/Kabupaten/Kota se-Jabar dan Banten, Tokoh Masyarakat Jabar & Banten, Rektor/Pimpinan Perguruan Tinggi di Jabar & Banten, Ketua Kadin Jabar, serta para pengusaha di Jawa Barat ini, ditandatangani pula MoU tentang Pengendalian Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup antara Pemprov Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus