Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Industri Gamelan Abad Omo

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10557.jpg

    CIMAHI-Padepokan atau lingkung seni yang membutuhkan seperangkat alat musik untuk degung atau salendro, datanglah ke Industri Gamelan Abah Omo, di Kampung Kaweni, Jalan Kolonel Masturi No. 11 RT 01 RW 22, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

    “Kami selalu siap menerima pesanan,” kata Emay, pemilik Industri Gamelan Abah Omo kepada jabarprov.go.id, Selasa (13/1).

    Industri Gamelan Abah Omo, menurut Emay, sudah lebih dari setengah abad masih tetap bertahan dan selalu siap menerima pesanan. Alat musik yang diproduksi Industri Gemelan Abah Omo terdiri dari  goong, boning, peking, panerus, jenglong, saron, kenong dan kendang. Industri Gamelan Abah Omo dibangun tahun 1952 oleh Abah Omo dan sejak tahun 2001 hingga sekarang dilanjutkan oleh tiga orang putra Abah Omo, yaitu Emay, Aja dan Aji.

    “Alhamdulillah setiap tahunnya alat musik Sunda terbuat dari bahan baku perunggu itu, terjual 4 set,” kata Emay.
    Satu set gamelan degung yang terdiri dari bonang saancak 14 penclong, jenglong saancak 6 wilah, goong sajodo, kendang besar satu buah, kendang kecil dua buah, saron 1 saancak 14 wilah, saron 2 saancak 14 wilah dan jenglong 6 buah, menurut Emay, dijual dengan harga Rp 65 juta.

    Sedangkan satu set salendro terdiri dari bonang saancak 10 buah, jenglong 6 buah, rincik 10 buah, saron satu 7 buah, saron dua 7 buah, peking 7 buah, panerus 7 buah, kendang besar 1 buah dan kendang kecil 2 buah, dijual Rp 75 juta.
    Soal bahan baku yaitu perunggu, menurut Emay, tidak ada kendala. Soalnya, di Jawa Barat hanya ada dua lokasi industry gamelan, yaitu Industri Gamelan Abah Omo dan Industri Gamelan di Batu Tulis, Bogor.

    Emay berharap, Industri Gamelan Abah Omo menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Cimahi. Salah satu upayanya, Emay melakukan diversifikasi usaha bekerjasama dengan para mahasiswa STSI Bandung, yaitu memproduksi miniatur alat-alat kesenian Sunda, seperti miniatur kecapi, suling, rebab, kendang, saron dan goong. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus