Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Mahasiswa Korea, Terkesan Keramahan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10580.jpg

    SUBANG-Mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) Korea Selatan mengaku sangat terkesan oleh keramahan dan sikap terbuka Orang Indonesia, khususnya yang ditunjukkan para guru, siswa/siswi dan orang tua siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Alamy Subang.

    Menurut salah seorang perwakilan mahasiswa HUFS, Im Tae Song, mengatakan saking senangnya atas penerimaan yang ramah dan terbuka, banyak hal-hal positif yang diperoleh selama berada di sini. "Justru selama kami berada di sini, kami mendapat lebih banyak hal-hal positif yang kami peroleh dari yang kami duga sebelumnya," ujar Im Tae Song pada sambutan perpisahan, Kamis (15/1/2014) di Aula Multimedia SDIT 'Alamy Subang.

    Maka dari itu atas nama teman-teman mahasiswa menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang sangat berkesan dan akan dikenang selamanya.

    Apabila kami datang lagi ke Indonesia, kami akan (berusaha) menyempatkan datang lagi ke Subang," ujarnya lagi dengan nada haru.

    Kedatangan para mahasiswa HUFS ke Subang merupakan agenda rutin. Hampir setiap tahun datang ke Indonesia untuk bekerja sebagai sukarelawan berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada siswa SD. Tahun ini mereka datang sebanyak 19 orang mahasiswa yang didampingi 4 penerjemah. Materi yang disampaikan terbagi dalam 4 kelas, yaitu kelas Bahasa Korea, Kelas Musik dan Olahraga, Kelas Sains dan Kelas Seni.

    Selama 4 hari dari tanggal 12 Januari para volunteer memberikan materi Namu Mokgori (membuat kalung dari kayu), Binu Mandeulgi (membuat bentuk dari sabun lembut), Tuho (ketangkasan melempar anak panah dengan tangan) dan pola hidup sehat cara Korea yang disampaikan dengan gaya anak-anak usia SD

    Menurut Kepala SDIT 'Alamy, Munandar Hilmi, kehadiran para mnahasiswa yang mengajar di sekolahnya sangat membantu dalam membuka wawasan keberagaman lintas negara, budaya dan adat istiadat. "Ini bagi kami membantu memperkenalkan hal-hal baru maupun keberagaman kepada siswa untuk merasakannya secara langsung," ujar Munandar.

    Untuk itu atas kepercayaannya dan bersedia berbagi ilmu di sekolah yang dipimpinnya pihak sekolah merasa terhormat. Diharapkan akan membangun komunikasi yang baik dalam pengenalan kedua kultur yang berbeda.

    Selanjutnya besar harapan mahasiswa yang telah bertindak sebagai volunteer bisa sukses dalam pendidikannya kelak. "Kami juga berharap kalian bisa berhasil dalam pendidikannya," kata Munandar.

    Pada saat sesi ramah tamah Belasan siswa/siswi menangis haru saat perpisahan dengan para pengajar HUFS. Kebersamaan selama 4 hari antara siswa dan pengajar mahasiswa Korea telah membangun hubungan bathin yang kuat. Sehingga kegiatan yang berlangsung terasa singkat.

    Pada kegiatan perpisahan para mahasiswa HUFS menampilkan Kok Dugaksi (tarian Boneka), Tek Kwon Mu (Beladiri Tae Kwon Do dengan musik), K Pop Dance dan Comedy Show a la Korea. Sebaliknya dari para guru SDIT 'Alamy menampilkan lagu perpisahan.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus