Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penarikan Pajak Daerah Dari Produk Rokok Belum Maksimal

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10583.jpg

    BANDUNG. Anggota Komisi III DPRD Jabar, Sunatra ketika dihubungi melalui telepon selularnya oleh jabarprov.go.id Jum'at (16/1).

    MengatakanBerdasarkan hasil raker dengan pihak Dispenda berbagai sumber pendapatan yang bersumber dari pajak diantaranya produk rokok realisasi penarikan belum maksimal.

    Menurut Sunatra belum maksimalnya penarikan pajak daerah yang bersumber dari produk rokok disebabkan metode penarikan yang kurang tepat. Pihak Dispenda dalam pertemuan  tersebut melaporkan penarikan pajak dari produk rokok dihitung dari jumlah populasi penduduk. Idealnya untuk menarik pajak dari produk rokok diambil dari perhitungan produksi rokok. 

    Dengan masih digunakannya populasi penduduk sebagai dasar perhitungan, pencapaian realisasi pajak rokok di masing-masing Samsat masih berkisar dalam angka 80 persen. 

    Untuk memaksimalkan penarikan pajak rokok diharapkan metode perhitungan tersebut segera diubah.

    Dalam perhitungan penarikan pajak, juga Dispenda diminta juga  mengevaluasi produk-produk rokok impor yang masuk ke Jabar, karena jika pajak rokok impor terindentifikasi selurunya  pendapatan pajak dari produk rokok berpeluang untuk bertambah.

    Dispenda Jabar, juga diharapkan dapat membuat peta potensi pajak dari rokok. Peta tersebut diharapkan dapat mengakomodir peta peluang potensi pajak rokok  secara keseluruhan yang meliputi perusahaan, agen dan konsumen rokok.

    Sunatra, dalam bagian lain keterangannya mengatakan khusus bagi perusahaan yang memproduksi rokok untuk penyaluran CSR diminta lebih fokus pada program berbasis perbaikan lingkungan misalnya penanaman pohon. (reporter 6).

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus