Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Program Motekar di 200 Desa/Kelurahan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10819.jpg

    BANDUNG-Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat memiliki beberapa program unggulan dalam tahun 2015. Salah satunya adalah Program Motekar atau Motivator Ketahanan Keluarga.

    “Program ini merupakan implementasi dari amanat Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga,” kata Kasubdin Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana BP3AKB, Drs.H. Undang Sobandi, MM mewakili Kepala Bidang Pengendalian Kependudukan, Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga (PKKBKK) BP3AKB Provinsi Jawa Barat, Dra.Hj. Nike Hariani, di Kantor BP3AKB, Jalan Soekarno Hatta Nomor 458 Kota Bandung kepada jabarprov.go.id, Senin (2/2).

    H. Undang mengatakan, program Motekar digelar dalam rangka mendukung program KB secara makro yang diawali dari keluarga. Untuk tahun 2015, program tersebut akan dilaksanakan di 200 desa/kelurahan, tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Program Motekar diawali dengan kegiatan seleksi calon Motekar yang digelar oleh masing-masing desa/kelurahan.

    “Dari setiap desa atau kelurahan akan terpilih sebanyak 5 Motekar. Sebelum diterjunkan untuk melaksanakan kegiatannya di desa/kelurahan masing-masing, para motivator tersebut akan dilatih dahulu yang difasilitasi oleh BP3AKB Provinsi Jawa Barat,” katanya.

    Tugas para Motekar antara lain memberikan penjelasan, pemahaman dan penyuluhan kepada masyarakat terkait dengan program KB, kesehatan, pendidikan dan upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. Selain itu, para Motekar juga akan menghimpun data by name by address data kependudukan di desanya masing-masing secara akurat.

    “Dengan program ini, maka akan terkoordinasikan dalam rangka membangun keluarga yang sakinah, mawaddah warrohmah, membangun lingkungan yang marhamah dan membangun kampung yang toyyibah, sehingga 200 desa/kelurahan tersebut akan menjadi percontohan bagi desa-desa/kelurahan lainnya di Jawa Barat,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus