Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Subang Bebas Dari Makanan Berbahaya

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10942.jpg

    SUBANG-Kabupaten Subang, dinyatakan bebas dari peredaran apel impor berbakteri, pakaian impor yang tidak bersih, saus berbahan kimia berbahaya produk dari pabrik yang ditutup di Bandung. Kepastian ini kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar, H. Hidayat, S.Ag, M.Si, dari hasil pemantauan langsung di lapangan ke mini market, pasar dan lingkungan warga. Kegiatan pemantauan tersebut kata Hidayat dalam rangka memastikan peredaran barang-barang yang dianggap berbahaya sebagaimana diberitakan luas oleh media massa. 

    “Dari hasil pemantauan tim kami yang diturunkan ke lapangan memastikan tidak ada barang berbahaya berupa apel impor berbakteri, pakaian impor berbakteri dan saus berbahan kimia berbahaya produk pabrik (yang ditutup) di Bandung,” jelas Hidayat kepada penulis di ruang kerjanya, Senin (9/2).

    Upaya ini, lanjut Hidayat, adalah sebagai usaha pemerintah daerah untuk menyelamatkan konsumen dari peredaran barang-barang berbahaya. Oleh karena itu upaya pemantauan akan secara terus menerus akan dilakukan terutama oleh UPTD perdagangan di tingkat kecamatan. Pemantauan yang dilakukan oleh pihaknya dilakukan dengan sangat hati-hati supaya situasi tetap tenang. Terlebih terhadap barang-barang sejenis yang sebenarnya aman. “Kami melakukannya dengan hati-hati supaya tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Terutama terhadap barang-barang (sejenis) yang tidak berbahaya,” ujarnya.

    Dari hasil pemantauan di lapangan, kata Hidayat, sebenarnya masyarakat sudah cerdas. Mereka sedari awal juga cukup selektif dalam memilih barang yang aman untuknya.

    Misalnya untuk apel, masyarakat lebih memilih apel lokal dari Malang. Pasar sendiri secara otomastis akan meresponnya dengan menyediakan kebutuhan yang diinginkan oleh konsumen.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus