Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wagub: Gali Kembali Kekayaan Topeng Jawa Barat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11137.jpg

    KUNINGAN-Besarnya kekayaan seni budaya Jawa Barat mesti digali kembali satu persatu. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar usai meninjau Narada Art Gallery di Prima Resort Sangkanhurip Cilimus Kuningan, Rabu (18/02).

    Deddy sangat mengapresiasi keberadaan galeri yang menampilkan beragam koleksi topeng-topeng khas daerah atau mancanegara ini. Bahkan menurutnya untuk menampilkan semua koleksi topeng yang ada di Nusantara pasti membutuhkan gedung yang lebih besar lagi.

    "Jadi topeng yang ada disini baru sebagian kecil dari topeng Nusantara. Bahkan untuk Jawa Barat saja belum seluruhnya. Ada yang harus dibuat kembali berdasarkan naskah-naskah kuno yang ditemukan. Ada juga yang tersisa, topeng yang asli dibuat dari ratusan tahun yang lalu. Cirebon saja belum selesai semua, apalagi Jawa Barat. Tapi sekarang ini apa yang ada kita dokumentasikan dahulu, ada yang dari Bali, Batak. Saya kira kalau biacara topeng nusantara ruangan sebesar ini enggak akan cukup," tutur Deddy.

    Deddy menambahkan, bahwa yang dilakukan merupakan langkah awal menggali dan melestarikan seni budaya Nusantara. Akan tetapi mesti melibatkan para ahli dibidangnya agar pendokumentasian sejarah, seni budaya ini bisa dipertanggung jawabkan keautentikannya.

    "Ini baru sebuah langkah awal dari sebuah langkah melestarikan, bayangkan khusus topeng, ini belum pakaian. Jadi begitu banyak kekayaan kita khususnya di Jawa Barat  ini, yang harus digali satu persatu. Tapi ini dikelola oleh para ahli semestinya. Jadi bagaimana penelusuran dari naskah-naskah yang ada, pencarian benda-benda yang masih tersisa. Kalau engga ada ya dibuat berdasarkan naskah-naskah yang ada, berdasarkan landasan penelitian. Enggak boleh sembarangan," harap Deddy.

    Iman Taufik, pemilik galeri mengatakan jika ide pembuatan galeri tersebut merupakan ide istrinya Nani Taufik yang ingin mengenalkan kekayaan budaya Indonesia pada anak-anak. Karena sampai saat ini banyak seni budaya bangsa yang terancam atau telah punah seperti seni tari Madura.

    "Istri saya membuat galeri ini karena ingin ikut menunjukan pada anak-anak kita kekayaan kebudayaan kita. Ini hanya topeng saja enggak usah jauh-jauh, satu saja, topeng. Topeng itu begitu banyaknya ada ribuan. Kita baru berapa persennya saja, masih ada ribuan kita masih nyari. Prihatinnya saya itu ada beberapa  topeng yang hilang. Topeng Madura itu sudah engga ada, tari Madura itu sudah enggak ada," terang Iman Taufik.

    Galeri Narada ini diresmikan pada tanggal 2 Mei 2014. Koleksi yang dimilikinya dibagi menjadi tiga kategori yaitu Mande (ruangan) Caruban, Dwipantara dan Mancanegara.

    Mande Caruban merupakan koleksi topeng yang berasal dari wilayah Cirebon. Koleksi topeng Cirebon ini terbagi dua kategori yaitu koleksi Topeng Babakan (topeng Sapta Wanda dan Topeng Lakon) dan koleksi Topeng Gede (topeng untuk pagelaran wayang wong). Salah satu koleksi yamg dimiliki bahkan sudah berusia sangat tua, sekitar 180 tahun.

    Sedang Mande Dwipantara merupakan koleksi yang berasal dari pulau sekitar Nusantara antara lain, pulau Jawa, Madura, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sumatera Utara. Sedang Mande Mancanegara, menampilkan koleksi topeng dari beberapa negara yang memiliki tradisi seni topeng, diantaranya topeng dari Venesia,Cina da beberapa negara lain.

    Galeri ini sendiri dibuka untuk umum dengan tiket masuk dewasa Rp. 10.000 dan anak Rp. 5.000. Sedang untuk anak sekolah tidak dikenakan biaya masuk. Selain pameran topeng, di tempat ini juga dibuka workshop pelatihan pembuatan topeng.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus