Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Harry : Opini WTP, Baru 52 %

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11266.jpg

    AMBON-Ketua BPK Harry Azhar Azis dalam paparannya pada Rapat Kerja APPSI 2015 di Ambon, Jumat, 27 Februari 2015, mengemukakan, posisi Tahun 2013, pemerintah provinsi yang pelaporan keuangannya mendapat opini WTP baru 52 persen. Pemerintah kabupaten 30 persen dari 339 yang diperiksa. Sedangkan pemerintah kota baru 41 persen.

    Harry menyinggung sepintas kinerja Pemprov Jawa Barat (Jabar) atas pertanggungjawaban keuangannya. Jabar kini berupaya mencatat prestasi pencapaian opini WTP empat kali berturut-turut.

    "Secara keseluruhan, kementerian dan lembaga telah 74 persen memperoleh opini WTP. Namun, tingkat pemerintah daerah masih relatif agak lambat yakni 34 persen dari seluruh unitnya," papar Ketua BPK lagi.

    Mengenai temuan indikasi pelanggaran pemanfaatan keuangan daerah, Harry mengatakan BPK memberi waktu 60 hari bagi instansi bersangkutan untuk membetulkan laporannya. Bila ada selisih atau sisa pemanfaatan anggaran dengan laporan, maka pihak instansi dimaksud dapat mengembalikan uang negara.

    "Kalau laporan diperbaiki dan uang dikembalikan, maka dianggap tidak ada penyalahgunaan uang negara. Tidak ada kerugian negara di sini. Tetapi, bila dalam 60 hari uang tidak dikembalikan, maka BPK akan meneruskan prosesnya ke aparat penegak hukum," Harry menjelaskan.

    Forum APPSI lalu menyampaikan kondisi yang dihadapinya. Terdapat beberapa kasus, BPK telah menyimpulkan tidak menemukan pelanggaran keuangan daerah, namun aparat penegak hukum tetap saja mengusut dugaan penyimpangan.

    Atas aspirasi para kepala daerah tersebut, Harry mengatakan bukan menjadi ranahnya. "Tentu ini perlu dibicarakan langsung kepada Presiden karena kepolisian dan kejaksaan di bawah kewenangan beliau," ujar Ketua BPK.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus