Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pencatatan Investasi Lebih baik

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11280.jpg

    BANDUNG-Pemprov  Jawa Barat telah melakukan pencatatan investasi yang non SPIPISE (LKPM).  Yaitu berbagai kegiatan investasi di Kota/Kabupaten yang nilainya di bawah Rp 500 juta, yang secara aturan tidak harus mengikuti SPIPISE (LKPM). "Pencatatan non SPIPISE (LKPM) ini dimaksudkan untuk kepentingan pengembangan investasi di Jabar. Oleh karena itu dalam RPJM Jawa Barat, target  investasi lebih besar dibanding dengan target dari pemerintah pusat. Karena digabung antara realisasi investasi SPIPISE (LKPM) dengan  realisasi non

    SPIPISE (LKPM)," kata Kepala BPMPT Dadang Ma'Soem. Ia menambahkan,  berbagai rencana investasi yang sudah didaftarkan nilainya mencapai Rp 133,60 triliun. Dari sisi jumlah proyek, minat investasi 2014 mengalami kenaikan. Tahun 2013 terdaftar 1.135 proyek,
    tahun 2014 bertambah 29 proyek menjadi 1.430 proyek. Sedangkan jumlah rencana penyerapan tenaga kerja tahun 2014 tercatat 200.459 orang, turun 19.919 dibanding rencana penyerapan tenaga kerja 2013 sebanyak 220.378.

    "Daerah yang paling diminati adalah Kab Bekasi, dengan rencana investasi sebesar Rp 49,43 triliun. Lalu peringkat berikutnya berturut-turut adalah Kab Karawang (Rp 18,64 triliun), Kota Bandung (Rp 17,65 triliun), Kab Cirebon (Rp 12,86 triliun), dan Kab Bogor Rp 12,15 triliun)," katanya.

    Menyinggung sektor yang paling diminati investor di Jawa Barat pada tahun 2014, tertinggi adalah listrik, gas, dan air (realisasi Rp 19,98 triliun), lalu berturut turut adalah sektor konstruksi (Rp 18,10 triliun), industri kendaraan bermotor dan perkantoran (Rp 17,72 trilun), sektor perumahan, kawasan oindustri, dan perkantoran (Rp 15,36 trilun), dan industri logam, mesin, dan elektronika    (Rp 13,27 triliun). jo

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus