Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kesuksesan Tidak Mungkin Hadir Tanpa Perencanaan Yang Baik

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11310.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengumpulkan semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para Kepala Biro di lingkungan Pemprov Jabar, Senin (2/3) di Kantor Bappeda Jabar, Jl. Ir. H. Juanda, Kota Bandung. Pertemuan ini digelar dalam rangka persiapan berbagai rencana program Provinsi Jawa Barat tahun 2016 yang akan datang.

    Dalam pertemuan ini, Gubernur mengatakan, bahwa perencanaan harus dilakukan dengan baik untuk tahun 2016, karena menurutnya kesuksesan tidak akan hadir tanpa perencanaan yang baik. "Kesuksesan tidak akan mungkin hadir tanpa perencanaan yang baik." ungkap Gubernur dalam arahannya.

    Gubernur pun menyampaikan beberapa program lainnya yang harus segera dituntaskan dalam 2016 yang akan datang, salah satunya terkait pelaksanaan PON XIX 2016 yang akan berlangsung di Jawa Barat. Gubernur ingin anggaran PON dapat diserap dengan baik, terutama anggaran untuk pembanguan venue yang ditargetkan selesai tahun 2015. Untuk itu, ia meminta tim Adbang memantau serta melaporkan secara terus-menerus penyerapan anggaran PON setiap minggunya. "Saya ingin setiap Senin pagi laporan (anggaran PON) sudah ada di meja saya", pinta Gubernur.

    Selain itu, terkait program lainnya seperti pendidikan, Pemprov Jabar menargetkan awal Januari 2016 SMA/SMK sudah berada dibawah pengelolaan Pemprov, sehingga jalannya proses pendidikan para siswa/i SMA/SMK di Jabar yang berjumlah sekitar 1,6 juta orang dapat berjalan dengan baik.

    Hal lainnya terkait bantuan keuangan untuk masyarakat. Gubernur menginstruksikan jajarannya untuk menghapus bantuan langsung kepada masyarakat mulai 2016. "Tahun 2016 tidak ada bantuan atau layanan permintaan langsung dari masyarakat kepada pemerintah, yang ada hanyalah bantuan fisik dan nonfisik yang semuanya ada dalam program OPD," tutur Gubernur.

    Dan untuk meningkatkan kemampuan serta kinerja pegawainya, di tahun 2016 pun Gubernur meminta para pegawainya meningkatkan kapasitas atau capacity building-nya melalui pendidikan dan pelatihan atau Diklat berbagai keahlian.

    Sementara itu, terkait program ketahanan pangan, Jabar akan terus mendorong agar pemerintah untuk memanfaatkan padi hasil produksi dalam negeri. Untuk itu, pihaknya tidak akan mendukung apabila pemerintah pusat melakukan ekspor beras. "Saya akan tolak dengan tegas kalau pemerintah ekspor beras. Mendag bahkan sudah mengucapkan terimakasih kepada saya karena telah mendukung untuk tidak ekspor beras," ujar Gubernur dengan semangat.

    Untuk itu, Gubernur pun mengajak jajarannya untuk meningkatakan produktivitas beras Jabar, serta lebih banyak memanfaatkan hasil perkebunan, perikanan, dan peternakan untuk kebutuhan gizi masyarakat Jawa Barat.

    Selain berbagai program di atas, hal lainnya yang ditekankan Gubernur dan menjadi prioritas di 2016, yaitu: terkait program kesehatan, lingkungan dan kehutanan, peningkatan peran perpustakaan daerah dan program membaca, program infrastruktur, ketenagakerjaan dan transmigrasi melalui sertifikasi tenaga kerja dan program "Jabar Mengembara", kewirausahaan melalui pencetakan 100 ribu Wirausahawan baru, program administrasi pemerintahan melalui e-government, serta program-program untuk meningkatkan daya tarik wisata dan kebudayaan di Jawa Barat.

    Selain para Kepala OPD dan Biro, hadir pula dalam pertemuan tersebut yaitu Sektetaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, serta Sektetaris DPRD Provinsi Jawa Barat.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus