Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Terbentuk Tim Pengendali Sungai Cimanuk, Cilamaya dan Bekasi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11352.jpg

    BANDUNG-Berkaca dari kerusakan yang terjadi pada Sungai Citarum, Jabar membuat langkah cepat guna menghidari terjadinya kerusakan serupa ditempat lain khususnya yang berada di kawasan industri. Hal tersebut diungkapkan  Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar usai membuka dan memberikan pengarahan pada Rakor Pengendalian Pencemaran Air Sungai Cimanuk, Cilamaya dan Bekasi, di Ruang Sanggabuana, Gedung Sate, Rabu (04/03).

    “Tim pengendalian Sungai Cilamaya, Cimanuk dan Sungai Bekasi. Jangan cuma Citarum, Citarum dulu itu enggak seperti ini. Tetapi karena dibiarkan tidak ada pengendalian jadi seperti ini. Nah kita enggak ingin ketiga sungai ini menjadi seperti sungai Citarum, lebih susah. Makanya sejak awal kita mesti memiliki tim pengendali ini. Supaya jangan sampai terjadi seperti ini (Citarum.Red),” papar Deddy.

    Menurutnya penanganan ke tiga sungai tersebut  mesti cepat dilakukan, terlebih di kawasan sungai akan ada berbagai pembangunan infrastruktur ataupun kawasan industri.  

    “Apalagi nanti kalau tol sudah jadi, kemudian Cisundawu , kemudian ada Bandar Internasional dan sebagainya. Saya kira pertumbuhan industri ini akan sangat sulit dicegah, di lahan-lahan yang diperbolehkan. Kemudian ada masalah limbah. Kemudian ada masalah alih fungsi lahan yang membuat sendimentasi dan lain-lain. Ini menciptakan kewaspadaan terhadap kita agar jangan sampai terjadi tiga sungai tadi menjadi "Citarum". Bahaya!” Tambah Deddy.


    Dalam rakor ini menurut Deddy dibahas bentuk koordinasi antar daerah yang dilalui oleh ke tiga aliran sungai tersebut. Serta berbagai langkah pemberdayaan  masyarakat, sehingga bisa beperan aktif menjaga  kelestarian sungai.

    “Ini sedang dibahas, bagaimana koordinasi antarpemerintah daerah. Kan ini melibatkan beberapa  kabupaten bekerjasama dengan provinsi. Ini langkah-langkahnya sedang dibahas. Kendala-kendalanya seperti apa. Karena setiap daerah kan memiliki ekosistemnya sendiri-sendiri. Yang lebih penting lagi bagaimana pelibatan masyarakat. Dulu kan sungai itu jernih, terus kenapa sekarang kotor, karena ada masyarakat di sekitar sana sudah menjadi budaya industri. Pertanian sudah menjadi budaya industri. Sehingga yang terjadi menghasilkan secara ekonomi tetapi tidak mencegah pencemaran air sungai, sebagai sumber kehidupan masyarakat,” tambah Deddy.

    Tim Pengendali Pencemaran Air Sungai Cimanuk, Cilamaya dan Bekasi ini dibentuk berdasarkan Kepgub nomor 660.3/kep.1752-yansos/2014 yang ditetapkan pada tanggal 24 Desember 2014 lalu. Sebagai leading sector Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jawa Barat serta melibatkan berbagai OPD baik itu di tingkat provinsi atau kabupaten/kota.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus