Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wagub: Kampus Bisa Jadi Wadah Pelestarian Budaya

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11385.jpg

    BANDUNG–Kampus atau perguruan tinggi dapat menjadi wadah untuk saling mengenal dan melestarikan seni-budaya yang ada di Indonesia, karena sebuah budaya dapat lahir dan berkembang dimana saja tanpa mengenal tempat atau wilayah asalnya.
     
    Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, dalam acara Malam Puncak Gelar Budaya Aceh (GBA) 2015 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jl. Tamansari, Kota Bandung, Minggu malam (8/3), yang dilaksanakan oleh Unit Kebudayaan Aceh (UKA) ITB.
     
    “Saya kira ini sudah berkembang, Bandung khususnya. Perguruan Tinggi secara khusus dapat menjadi wadah untuk saling mengenal, saling menghargai. Ini (seni dan budaya) menjadi sarana diplomasi untuk saling mengenal, menghargai. Bukan saling mencari kelemahan atau mencaci," ungkap Wagub.
     
    Melalui hal ini, menurut Wagub tidak akan ada saling mendominasi budaya antara budaya yang satu dengan yang lainnya. Seni-budaya tersebut dapat tumbuh dan berkembang dimana pun, sehingga dapat terus dilestarikan. “Tidak ada yang mendominasi diantara satu seni-budaya lain dengan yang lainnya. Menjadi bagian kesatuan, melengkapi keberagaman itu sendiri," tambah Wagub.
     
    Untuk itu, Wagub pun ingin setiap kampus memiliki peran untuk mengembangkan budaya, tidak hanya seni-budaya daerah dimana kampus terebut berada. “Sementara ini teman-teman dari Aceh mengembangkan seni dan budaya Aceh di ITB, boleh saja. Saya katakan perguruan tinggi lain bagaimana, kalau perlu tetap dikembangkan di perguruan tinggi lain," harap Wagub dalam acara yang dihelat setiap tiga tahun tersebut.
     
    Gelar Budaya Aceh 2015 ini merupakan tahun keenam penyelenggaraannya. Pada malam seni dan budaya ini, dipentaskan drama tentang Sultan Iskandar Muda, berbagai tarian tradisional khas Aceh, serta lantunan lagu-lagu Aceh yang dibawakan oleh para penyanyi yang berasal dari Aceh.
     
    Hadir dalam pagelaran ini Menteri Agraria & Tata Ruang RI Ferry Musrsyidan Baldan yang memiliki orang tua berasal dari Aceh, namun lama bermukim di Bandung. Hadir pula Perwakilan Gubernur Aceh, Staf Khusus Wali Nangroe Aceh, Rektor ITB, Pembina Unit Kebudayaan Aceh ITB, serta masyarakat dan mahasiswa asal Aceh yang ada di Bandung.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus