Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Targetkan 13,5 Juta Ton Produksi Padi di 2015

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11430.jpg

    INDRAMAYU-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan produksi padi Jawa Barat ditargetkan mengalami peningkatan menjadi 13,5 juta ton pada tahun 2015, setelah sebelumnya pada tahun 2014 produksi padi Jawa Barat mencapai 11,5 juta ton.

    Pada acara panen perdana padi musim tanam tahun 2014/2015 yang diselenggarakan oleh Kelompok Tani Nelayan (KTNA) Jabar, di Desa Sukamelang, Kroya, Rabu (11/03) dan dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, target pencapaian tersebut menurutnya merupakan target Nasional. Menteri Pertanian (Mentan) sendiri menargetkan penambahan produksi padi sebanyak 2 juta ton agar pencapaian swasembada pangan bisa segera tercapai.

    “Target kita kan 11,5 juta ton, itu berdasarkan pencapaian kita tahun kemarin. Jadi kalau ditambahkan 2 juta berarti 13,5 juta ton,” ungkap Aher kepada awak media usai acara.

    Menurut Aher, target tersebut bisa tercapai dengan beberapa cara, diantaranya peningkatan peralatan mesin pertanian (Alsinta) dan infrastruktur pertanian, seperti traktor dan saluran irigasi. Dalam jangka pendek, tambah Aher, saluran irigasi yang bisa diperbaiki adalah jaringan tersier. Sedang untuk irigasi primer dan sekunder bisa diselesaikan di akhir tahun dan pemanfaatannya akan dirasakan pada tahun 2016, salah satunya adalah waduk Jatigede.

    “Untuk irigasi primer dan skunder itu butuh waktu. Mudah-mudahan akhir tahun 2015 sudah selesai. Jadi awal tahun 2016 sudah terpakai. Tapi dari irigasi tersier-pun sudah berdampak pada pertanian. Selain itu diawal tahun depan bendungan Jati Gede itu akan berpengaruh. 90 ribu hektar dikawasan Indramayu, Cirebon dan Majalengka ini juga akan mengalami peningkatan. Mungkin peningkatan sesungguhnya akan terjadi pada tahun 2016. Target peningkatan 2 juta ton relatif  bisa dilakukan tetapi  tidak bisa janji,  karena sarananya, langkah-langkahnya masih baru mulai kan. Kalau irigasi sudah berfungsi baik tentu lain ceritanya,” kata Aher.
     
    Aher Minta Stop Impor Hasil Pertanian

    Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, saat acara berlangsung Aher meminta Mentan untuk tidak melakukan import hasil pertanian. Karena untuk kebutuhan dalam negeri masih bisa terpenuhi oleh produksi nasional. Selain itu untuk subsisi pertanian dilakukan disektor hilir atau saat pembelian hasil panen. “Kinerja negara luar yang memproteksi pertanian itu ternyata subsidinya bukan di awal tetapi di akhir. Karena bila subsidi dilakukan di hulu khawatir  terjadi banyak penyimpangan,” usul Aher.

    Mentan Arman Sulaiman pun ternyata mempunyai pemikiran yang sama.  Dengan adanya panen raya diberbagai daerah, khususnya di Jawa Barat yang mencapai 500.000 hektar pada bulan Maret,  menurutnya bisa menutupi kebutuhan beras nasional. Sehingga import beras tidak diperlukan.   

    “Ini provinsi ke tujuh yang melangsungkan panen raya. Alhamdulillah panen diseluruh Jawa Barat kurang lebih 500 ribu  hektar. Artinya ini produksi padi bulan maret ini bisa 4 juta ton gabah kering. Nah ini bisa untuk menutupi 2 bulan seluruh Indonesia. Kemarin di Jawa Timur juga panen bulan maret 527 ribu hektar juga bisa menghasilkan 4 juta ton. Jadi baru dua provinsi bisa menghasilkan 8 juta ton. Jadi insyaallah import belum dibutuhkan saat ini. Karena beras cukup, selama petani mau memproduksi,” ujar Mentan kepada awak media.

    Terpilihnya Indramayu sebagai tuan rumah panen perdana tidak hanya dilatari berdasarkan daerah yang pertama kali panen. Tetapi Indramayu juga merupakan satu diantara 3 sentra produksi padi Jawa Barat. Dua daerah lainnya adalah subang dan karawang. Sedang kontribusi indramyu sendiri mencapai 12% produksi Jawa Barat.

    Berdasarkan data, Jawa Barat memiliki luas baku lahan sawah seluas 925.565 hektar. Dari luas tersebut tiap tahun baru bisa ditanami padi antara 1,9-2 juta hektar. Sehingga dengan indeks pertanaman (IP) di Jawa Barat rata-rata baru mencapai 2 kali. Tetapi dengan program yang tengah digalakan oleh pemerintah baik provinsi dan pusat mengenai perbaikan dan pembuatan saluran irigasi. Maka produksi padi bisa semakin meningkat. Diprediksi bila bendungan Jati Gede beroperasi maka bisa meningkatkan luas tanam per musim rata-rata lebih dari 90 ribu hektar di tiga kabupaten yaitu Indramayu, Cirebon dan Majalengka.

    Mentan sendiri menjanjikan di hadapan masyarakat jika Jawa Barat bisa cepat menuntaskan perbaikan saluran irigasi seluas 135 ribu hektar. Maka akan disalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsinta) sekitar 5.000 unit diantaranya 2.256 unit traktor, kepada Jawa Barat. Selain itu akan disalurkan 8.500 paket inseminasi buatan, serta 1.500 ekor sapi untuk Jawa Barat. “2.256 traktor akan diberikan, dengan catataan irigasi 135 ribu hektar yang tadi, bisa secepatnya diselesaikan,” janji Mentan.

    Selain dukungan angaran pusat, Provinsi juga menaruh perhatian besar pada bidang pertanian. Berdasarkan data, pada APBD tahun ini, untuk pos pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan dianggarkan sebesar Rp. 65,59 miliar. Anggaran tersebut berupa bantuan hibah uang sebesar Rp. 40,9 miliar, untuk fasilitas tanam jajar legowo seluas 13.204 hektar, budidaya padi hibirida seluas 800 hektar, budidaya padi organik seluas 400 hektar, budidaya jagung hibrida seluas 400 hektar, budidaya kedelai seluas 500 hektar, perbaikan jaringan irigasi sebesar 12.500 hektar, Cetak sawah seluas 1.242,4 hektar dan pandan wangi sebanyak 8 kelompok penangkar benih.

    Kemudian ada bantuan hibah barang sebesar Rp. 24,66 miliar. Yaitu untuk alat mesin pertanian pra panen (traktor roda dua) sebanyak 1.048 unit, alat mesin pertanian pasca panen (Power Thresher sebanyak 9 unit. Combine Harvester sebanyak 9 Unit), serta sarana pengolahan tanaman pangan dan holtikultura sebanyak 8 kelompok tani.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus