Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tahun 2015, Target Akses Sanitasi Aman Lebih Dari 75 Persen

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11543.jpg

    SOREANG- Kemampuan masyarakat Kabupaten Bandung untuk mengakses sarana sanitasi bersuspect aman, diharapkan hingga akhir Tahun 2015 bisa mencapai lebih dari 75%. 

    Untuk mendorong hal itu, Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH. MIp mengeluarkan peraturan No.53 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

    “Peraturan tersebut bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam kerangka meningkatkan derajat kesehatan.” Ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira, Mp ketika membuka sosialisasi Perbup No.53 Th 2014 tentang penyelenggaraan tentang STBM di Bale Sawala – Soreang, Kamis (19/3). Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bandung Dr. H. Achmad Kustijadi, M.Epid, Para Camat, Kepala Puskesmas serta sejumlah pengurus Asosiasi Kepala Desa Kab.Bandung.

     Sofian mengakui, persoalan disektor Sanitasi hampir dihadapi oleh seluruh Kabupaten dan kota di Indonesia termasuk di Kabupaten Bandung sendiri. Hal ini akibat terbatasnya dukungan Inprastruktur yang memadai, dan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.

    Data yang sisodorkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, mengungkapkan cakupan akses air minum baru mencapai 73,85%, penggunaan jamban keluarga atau yang tidak BABS (Buang Air Besar Sembarangan) 69,12% dan cangkupan akses pelayanan sarana pengolahan air limbah (SPAL) sebesar 40,24%. “Kita mengharapkan pada akhir tahun 2015, seluruh cangkupan ini bisa mencapai lebih dari 75%..” harap Sofian Nataprawira.

    Untuk mencapai target tersebut, ia meminta agar Dinas Kesehatan, Dispertasih dan BAPPEDA, PKK/Posyandu, Apdesi lebih mempererat koordinasi untuk menentukan perencanaan pembiayaan (dana) dan penyediaan infrastruktur.

    Diakui oleh Sofian Nataprawira, di Kabupaten Bandung telah dilaksanakan metode pemicuan STDM di 151 desa. “Dari sejumlah itu, 6 desa diantaranya sudah 100% Stop Buang Air Besar Sembarangan atau SBS, bahkan.” kata Sofian. Ke enam desa tersebut masing-masing, Desa Rancaekek Kencana (Kec.Rancaekek), Desa Nagrak (Kecamatan Pacet), Desa Ciporeat (Kecamatan Cilengkrang), Kelurahan Sulaeman (Kecamatan Margahayu), Desa Marga Mekar dan Desa Marga Mukti (Kecamatan Pangalengan). Bahkan satu desa diantaranya yaitu desa Ciporeat kata Sofian sudah di verifikasi dan dideklarasikan sebagai desa SBS.

    Khusus desa SBS menurut Kadinkes Kab.Bandung Dr. H. Achmad Kustijadi, M.Epid pada tahun 2015 ditargetkan bisa mencapai 62 desa. “Insyaallah target ini bisa tercapai, atau syukur-syukur bisa melebihi target..” harap Achmad Kustijadi

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus