Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Daerah Belum Pakai e-budgeting Untuk APBD

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11551.jpg

    BANDUNG-Indonesia Corruption Watch (ICW), penerapan sistem e-budgeting dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) termasuk  di Jawa Barat sudah saatnya dilakukan untuk mencegah korupsi.

    Namun menurut Badan Pekerja ICW, Sely Martini mengatakan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jabar masih menggunakan sistem manual dalam menyusun RAPBD. Hal ini dinilai sangat rawan menimbulkan aksi korupsi.

    "Di Jabar belum ada yang menggunakan sistem tersebut. Sampai saat ini, e-budgeting baru diterapkan di Jakarta dan Surabaya," ujarnya kepada wartawan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kamis (19/3).

    Dia menjelaskan RAPBD atau rancangan keuangan daerah dibuat oleh pemerintah daerah dalam rangka melaksanakan kewenangan penyelenggaraan pelayanan umum selama satu periode anggaran, mulai dari tanggal 1 Januari sampai 31 Desember.

    Usai dibuat RAPBD, Pemda lantas menyerahkan kepada DPRD untuk mendapat persetujuan. Dewan lantas akan mengevaluasi dan jika ada revisi maka akan dikembalikan berkas kepada Pemda. "Dalam proses RAPBD manual ini terjadi perubahan anggaran, bahkan hingga titipan proyek," katanya.

    Menurutnya, sistem manual tersebut akan sulit dipantau masyarakat. Sebab, hanya Pemda dan dewan yang memahami seluk beluk rancangan keuangan daerah. Melihat kondisi tersebut, dibutuhkan penerapan sistem e-budgeting dalam menentukan RAPBD. Sistem ini akan memudahkan dalam pengawasan.

    "Dengan penerapan e-budgeting, maka akan ketahuan pihak-pihak yang bermain merubah anggaran," ucapnya.

    Ia juga meminta pemerintah untuk mengenalkan masyarakat dengan sistem e-budgeting. Hal ini sangat penting agar masyarakat dapat ikut terlibat melakukan pengawasan. jo

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus