Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemprov Jabar dan ITB Wacanakan Kampus di Pangandaran

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11561.jpg

    BANDUNG-Kesejahteraan masyakarat akan terbentuk dengan sendirinya ketika pemerataan pendidikan tercipta. Karenanya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menginginkan di Jabar semakin diperbanyak perguruan tinggi.

    Tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga misalnya salah satunya di Kabupaten Pangandaran. Hal ini mengemuka saat Gubernur menerima kedatangan Rektor ITB, Kadarsah Suryadi berserta jajarannya di Rumah Dinas Gubernur atau Gedung Pakuan Bandung, Jum’at Pagi (20/03).

    Gubenur yang didampingi  Asisten Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Hadadi mengatakan, salah satu langkah nyata pemerataan perguruan tinggi di Jabar diantaranya dengan terbentuknya dua kampus negeri baru, Yaitu Universitas Siliwangi (Unsil) dan Univestitas Karawang (Unsika).

    “Tahun 2014 kita punya kampus negeri baru, yaitu Unsil dan Unsika. Sedang Unswagati di Cirebon yang masih dalam proses,” tutur Aher.

    Selain itu Gubernur juga memberikan masukan pembentukan kampus lainnya di luar daerah yang dimotori oleh kampus-kampus berkualitas seperti ITB atau Unpad. Sehingga bisa terbentuk kampus-kampus daerah yang kualitasnya tidak kalah dengan kampus dikota-kota besar. “Kan kalau dari gajah, pasti lahir gajah,” ujar Gubernur memberikan perumpamaan.

    Gagasan tersebut sangat diapreasi oleh Rektor ITB, Kadarsah Suryadi. Menurutnya, keberadaan kampus di luar domisili tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan angka partisipasi kasar. Hal ini perlu dilakukan, terlebih di era pembangunan infrastruktur saat ini Indonesia masih kekurangan insinyur. Ini bisa mencegah penggunaan jasa tenaga asing.

    “Kampus di luar domisili itu kan sebetulnya bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi kasar. Kita kekurangan tenaga insinyur. Apalagi sekarang banyak infrastruktur mau dibangun. Kalau sampai insinyur kita kurang sedangkan infastruktur banyak dibangun, risikonya pihak asing akan masuk.

    Nah supaya Negara bisa memenuhi kebutuhan tenaga insinyur maka angka partisipasi kasar inilah yang harus kita tingkatkan. Kemudian, pemerataan jangan sampai di kota besar saja. Itulah yang namanya program di luar domisili. Supaya kawan-kawan kita yang areanya jauh dari kota besarpun mendapatkan pendidikan yang sama dengan yang di kota,” tutur Kadarsah ketika ditemui usai pertemuan.

    Kadarsah juga menambahkan, dari pertemuan tersebut salah satu target pembentukan kampus domisili adalah di Pangandaran, dengan tujuan meningkatkan aspek kemaritiman. “Kita masih dalam pemikiran, tetapi pak Gub tadi opsinyakan ada di Pangandaran, karena kemaritiman,” tambah Kadarsah.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus