Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aher Paparkan Capaian Pembangunan Jawa Barat Tahun 2014

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11752.jpg

    BANDUNG-Harmonisasi dan sinergi pembangunan multi pihak, dalam kerangka mewujudkan Jawa Barat yang lebih bersinergi menjadi semangat Musyawarah Pembangunan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2015. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyebutkan pelaksanaan perencanaan pembangunan dilaksanakan secara komprehensif, yang meliputi: dialog, koordinasi, sinkronisasi, harmonisasi, dan sinergi multi pihak. Ini ditegaskan dalam sambutannya pada Musrenbang Daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2015 di Hotel Horison Bandung, Kamis (2/4).

    Untuk meraih hasil pembangunan yang berkualitas dan akuntabel, jelas Aher, format proses perencanaan pembangunan berbasis multi pihak dilaksanakan dengan menerapkan Prinsip Kerja JABAR MASAGI, yang merupakan pengembangan Triple Helix, sehingga mampu menggambarkan pelibatan secara aktif empat aktor utama pembangunan yaitu: Pemerintahan, Dunia Usaha, Akademisi, dan Komunitas berbasis masyarakat. Ini semua berlandasan dan di bawah kendali Peraturan Perundang-undangan/Law and regulations serta didukung piranti lunak level Decission Support System (DSS) yaitu RKPDJabar Online 2101.

    Aher juga menyampaikan gambaran umum capaian pembangunan Jawa Barat Tahun 2014. Pada Tahun 2014, Jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 46,03 juta jiwa lebih, dan proyeksi Tahun 2016 mencapai 47,5 juta jiwa lebih; Capaian IPM Jawa Barat sebesar 74,28 poin, dan target Tahun 2016 sebesar 75,50 s.d. 76,00 poin. Indeks Daya Beli sebesar 65,47 poin, dan target Tahun 2016 sebesar 65,00 poin. Indeks Pendidikan sebesar 83,36 poin, dan target 2016 sebesar 86,00 poin, angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mencapai 8,34 tahun, dan target Tahun 2016 sebesar 10,25 s.d. 11,75 tahun, dan Angka Melek Huruf (AMH) mencapai 98,29%, dan target Tahun 2016 sebesar 98,50 s.d. 99,00%.

    Indeks Kesehatan sebesar 74,01 poin, dan target Tahun 2016 sebesar 77,00 poin, dengan Angka Harapan Hidup (AHH) mencapai 69,02 tahun, dan target Tahun 2016 sebesar 70,5 s.d. 71,0 tahun.

    Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita (adhb) sebesar 30,13 juta rupiah. Indeks Daya Beli sebesar 65,47 poin, dan target Tahun 2016 sebesar 65,00 poin.

    Disebutkan juga, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jawa Barat Tahun 2014 sebesar 5,07% dan target Tahun 2016 sebesar 6,3 s.d. 6,9%. Penduduk miskin sebesar 9,18% (BPS) dan target Tahun 2016 dapat diturunkan menjadi 8,2 s.d. 5,9 %.

    Dalam periode kedua kepemimpinan sebagai Gubernur Jawa Barat, Aher menyebutkan dirinya senantiasa menekankan kepada seluruh aparatur Birokrasi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, agar dalam penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 hendaknya tetap berpedoman  kepada sepuluh fokus pembangunan Jawa Barat, atau yang dinamakan, Sepuluh Common Goals Jawa Barat Tahun 2013-2018.

    “10 fokus ini adalah Peningkatan Aksesibilitas dan Mutu Pendidikan; Peningkatan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan Kesehatan; Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air Baku; Ekonomi Pertanian; Ekonomi Non Pertanian; Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Kebencanaan; Pengelolaan Seni, Budaya, Wisata serta Kepemudaan dan Olah Raga; Ketahanan Keluarga dan Kependudukan; Kemiskinan, PMKS dan Keamanan; Modernisasi Pemerintahan dan Pembangunan Perdesaan,” bebernya.

    Sepuluh fokus pembangunan Jawa Barat tersebut, diperkuat dengan penerapan lima Kebijakan Strategis Operasional yaitu: Melanjutkan: melanjutkan program-program pembangunan yang sudah baik dan sudah selesai untuk selanjutnya dimanfaatkan dan direplikasi ke berbagai daerah; Menuntaskan : menuntaskan program-program pembangunan yang sudah baik dan sudah dimulai dilaksanakan namun belum selesai  untuk segera dapat dimanfaatkan.

    Selanjutnya adalah memberi dukungan pada program-program pembangunan yang dilakukan langsung oleh komunitas berbasis masyarakat, akademisi dan institusi pendidikan/riset serta dunia usaha; dan Reposisi dengan menerapkan strategi baru untuk program-program pembangunan namun belum bisa dilaksanakan karena mengalami hambatan.

    “Kelima adalah reorientasi, yaitu melakukan reorientasi dengan menyusun program-program baru bersifat terobosan, sesuai dengan perkembangan dan tuntutan pembangunan yang perlu segera dilaksanakan untuk meraih keberhasilan bersama Bupati dan Wali Kota dengan dukungan dari Pemerintah Pusat,” tandas Aher.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus