Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sertifikasi Tenaga Perhotelan Standar Internasional

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11769.jpg

    BANDUNG-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat melalui Balai Pengembangan Kemitraan, Sumber Daya Manusia (SDM) Kepariwisataan dan Kebudayaan, dalam tahun anggaran 2015 ini memberikan fasilitasi untuk sertifikasi bagi tenaga perhotelan.

    “Seiring dengan diberlakukannya Masyarakatan Ekonomi ASEAN Tahun 2015, sertifikasi bagi tenaga perhotelan agar berstandar internasional menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM Kepariwisataan di Jawa Barat,” kata Kepala Balai Pengembangan Kemitraan, Sumber Daya Manusia (SDM) Kepariwisataan dan Kebudayaan Disparbud Provinsi Jawa Barat, Drs. Rusyandi, MSi di kantornya, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, kepada jabarprov.go.id.

    Drs. Rusyandi menjelaskan, fasilitasi sertifikasi bagi tenaga perhotelan diawali dengan kegiatan penjaringan calon peserta, pelatihan dan praktek, kemudian sertifikasi. Dalam kegiatan fasilitasi sertifikasi tersebut, Disparbud Jabar bekerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Jawa Barat.

    “Dalam tahun anggaran 2015 ini, kita memfasilitasi sertifikasi untuk 25 orang tenaga front office di Kabupaten Subang dan 25 orang tenaga food & beverage hotel di Bogor. Selain itu, kita juga memfasilitasi sertifikasi masing-masing 25 orang di Subang dan 25 orang di Bogor untuk tenaga kepariwisataan selain tenaga perhotelan,” katanya.

    Sampai saat ini, menurut Drs. Rusyandi, Disparbud Jawa Barat sudah memfasilitasi sertifikasi standar internasional bagi 200 tenaga perhotelan. Jumlahnya memang belum banyak karena memang, katanya, untuk sertifikasi itu memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Karena sebelum proses sertifikasi oleh lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat yiatu Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), terlebih dahulu diawali dengan kegiatan pelatihan.

    Selain memfasilitasi sertifikasi tenaga perhotelan atau sumber daya menusia kepariwisataan lainnya, jelas Drs. Rusyandi,  pihaknya juga menggelar pelatihan-pelatihan bagi sumber daya manusia kepariwisataan dan berbagai kegiatan pelatihan-pelatihan bagi sumber daya manusia kebudayaan, terkait dengan Program Pencetakan 100.000 Wirausaha Baru.

    “Dalam tahun anggaran 2015 ini, khusus SDM Kebudayaan, kita menggelar 16 pelatihan,” katanya.

    Setiap pelatihan-pelatihan tersebut, paling sedikit diikuti oleh 30 orang peserta dan paling banyak 40 orang peserta dengan menghadirkan nara sumber yang sudah ahli atau sudah pakar di bidangnya masing-masing, yaitu dari ITB, UPI, STIEPAR dan AKTRIPA Bandung  serta PHRI Jawa Barat. Kegiatan pelatihan-pelatihan digelar  tersebar di 4 Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah.

    “Adapun jenis pelatihannya disesuaikan dengan tuntutan kebutahan di masing-masing daerah,” katanya.

    Tujuan pelatihan-pelatihan tersebut seuai dengan visi misi Jawa Barat adalah untuk meningkatkan secara kualitas sumber daya manysa Jawa Barat, paling tidak di bidangnya. Kalau tenaga perhotelan menjadi ahli di bidang pehotelan. Tapi, yang paling utama adalah secara lingkungan, yaitu berdampak secara ekonomi.

    “Artinya ada suatu contoh yang sudah diberikan, misalnya pelatihan tentang penjaga pantai. Ada lulusan SD yang mengikuti pelatihan penjaga pantai yang kita selenggarakan dan sekarang yang bersangkutan eksis menjadi penjaga pantai di Dubai. Jadi, secara pribadi yang bersangkutan terangkat ekonominya dan dia juga sekaligus menjadi contoh bagi lingkungan masyarakat sekitarnya,” katanya. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus