Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penyebaran Islam Dilakukan Secara Persuasif

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11787.jpg

    KAB BANDUNG-Penyebaran Agama Islam di Indonesia, dilakukan secara persuasif, jauh dari cara-cara kekerasan. Bahkan dalam melakukan aktivitasnya, para Wali Songo menyebarkan Islam di Pulau Jawa menggunakan aspek seni budaya.

    Cara ini sengaja ditempuh, agar nilai-nilai Islam bisa dimengerti oleh penduduk yang kala itu banyak menganut ajaran animisme, dinamisme, hindu dan budha.

    Praktek itu ternyata sangat jitu, hal ini terbukti dengan banyaknya penduduk waktu itu beralih menganut Agama Islam, bahkan menjadi agama mayoritas yang dianut oleh penduduk di Indonesia. ucap Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser, SH, M.Ip saat membuka festival Seni Budaya Islam di Gedung Ormas Islam Jl. Al Fathu Soreang, Selasa (7/4). Turut hadir Kepala Kemenag Kab. Bandung Drs. H. Imron Rosadi, M.Ag, Ketua Umum MUI, KH. Anwar Saifudin Kamil, Ketua TP. PKK Kab. Bandung Hj. Kurnia Dadang Naser, sejumlah ketua ormas Islam dan Ketua MUI se Kab. Bandung.

    Saat pertama kali diperkenalkan, kata Dadang Naser menambahkan, Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut oleh masyarakat. Kedatangan Islam hanya meluruskan dan membimbing kebudayaann yang berkembang di masyarakat agar lebih beradab, berkemajuan sehingga bisa mempertinggi derajat kemanusiaan. tambahnya pula.

    Kebiasaan Umat Islam membacakan berjanzi disamping mengembangkan seni marawis, kata Dadang Naser merupakan langkah positif. Hal tersebut sebagai salah satu cara mengekpresikan kecintaan umat Islam kepada Rosululloh SAW.

    Tradisi membaca barjanzi, menurutnya kini makin berkembang ditengah-tengah kehidupan umat Islam di Indonesia. Karena pada waktu dulu, pembacaan barjanzi ini hanya dilakukan pada peringatan bulan Maulud saja, sekarang kebiasaan ini dilakukan pada setiap momen pengajian, tasyakuran pernikahan, kelahiran anak atau menjelang keberangkatan ibadah haji tuturnya pula.

    Saat yang sama, Dadang M. Naser mengukuhkan kepengurusan Najelis Taklim Wanita (MTW) Kab. Bandung untuk massa khidmat 2015-2020. Ia memandang keberadaan MTW merupakan tempat pengajaran Islam yang paling fleksibel dan tidak terikat oleh waktu.

    Penyelenggaraan MTW kata Dadang Naser pula, bisa berlangsung pagi, siang, sore atau malam hari. Tempat pengajarannya pun bisa dilakukan dirumah, kantor, mushola, aula ataupun masjid, jadi tidak terikat oelh tempat dan waktu tuturnya.


    Festival seni budaya islam dalam bentuk pembacaan barjanzi dan marawis menurut ketua pelaksana KH. Cecep Syahid, M.Pd diikuti 50 group yang datang dari sejumlah pondok pesantren. Selain memperebutkan tropy Bupati Bandung, disediakan pula Tropy MUI, Kapolres dan Kemenag Kab. Bandung.

    Kami sengaja menyelenggarakan kegiatan ini, dalam rangka menumbuhkan minat masyarakat terhadap seni budaya islam yang didalamnya penuh dengan keteladanan, kegiatan ini juga sebagai salah satu acara menyemarakan peringatan ke 374 tahun Kabupaten Bandung tambah Cecep Syahid.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus