Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    22 Kecamatan Di Indramayu Bakal Disurvei

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11809.jpg

    INDRAMAYU - Diduga menyimpan sumber energi, Pertamina EP akan melakukan survai seismik di 208 desa yang tersebar di 22 kecamatan di wilayah Kabupaten Indramayu.

    Demikian dikatakan Vice President Exploration Pertamina EP, Indra Prasetya, saat melakukan sosialisasi “survei seismik 3D” di Ruang Ki Tinggil Setda Indramayu, Rabu (8/4). Acara tersebut dibuka Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si. yang dihadiri Polres Indramayu, Kodim 0616 Indramayu, SKPD terkait, serta Camat se-Indramayu.

    “Kebutuhan negara terhadap minyak dan gas (migas) sangat besar. Ini yang membuat Pertamina, kembali melakukan survei seismik 3D melaui anak perusahaannya, Pertamina EP. Produksi migas Pertamina sekitar 800 ribu barrel per hari. Sementara kebutuhan masyarakat sekitar 1,4 juta barrel per hari sehingga Indonesia harus mengimpor migas,” katanya.

    Dijelaskan, karena kebutuhan konsumsi yang begitu besar sehingga Pertamina tetap harus melakukan penyediaan produksi Migas. “Diharapkan dengan adanya survai seismik ini akan dapat ditemukan sumber cadangan migas baru yang dapat menambah produksi migas Pertamina,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Indra menyebutkan, daerah yang akan melakukan survei seismik 3D Pertamina EP adalah Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka.

    Sementara itu dalam sambutannya Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si. menyambut baik adanya survai seismik yang dilakukan  oleh Pertamina EP tersebut. Namun Wabup mewanti-wanti pihak Pertamina EP agar berhati-hati dalam kegiatan eksplorasinya itu.

    “Secara prinsip pemerintah daerah merespons keinginan Pertamina dengan memberikan izin prinsip. Tetapi kami juga meminta pada Pertamina agar memperhatikan secara serius dampak dari seismik itu sendiri, terutama dampak terhadap masyarakat yang kebetulan tempatnya disurvai, juga dampak lingkungan,” tegasnya.

    Di tempat yang sama, Field Supervisor Pertamina EP, Mohammad Zaki mengatakan, Indramayu merupakan daerah yang melakukan aktivitas migas paling lengkap dari hulu sampai ke hilir. Karenanya Indramayu akan disurvei lagi dengan metoda seismik 3D. “Indramayu menjadi daerah yang paling banyak dilakukan survai. Berdasarkan data kami, jumlah yang akan disurvai seluas 1.121 Km. Ini adalah yang paling luas dibandingkan dengan Cirebon dan Majalengka,” katanya.

    Zaki merinci, 22 kecamatan yang akan dilakukan survey seismik 3D Pertamina EP adalah Pasekan, Cantigi, Arahan, Sindang, Indramayu, Lohbener, Balongan, Juntinyuat, Karangampel, Kedokanbunder, Sliyeg, Jatibarang, Kertasmaya, Sukagumiwang, Widasari, Bangodua, Tukdana,  Lelea, Cikedung, Losarang, Kandanghaur, dan Terisi.

    “Proses Kegiatan Survei seismik 3D Pertamina EP akan berlangsung selama 22 Bulan. Ini dimulai dari proses perijinan, survai awal lapangan, kegiatan survey seismik dan proses kompensasi dampak seismik. Dalam survai ini kami meminta dukungan dari pemerintah dan masyarakat,” tandasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus