Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tanggulangi Terorisme & Radikalisme, Gubernur Tekankan 3 Point Penting

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11837.jpg

    BANDUNG - Untuk menanggulangi terorisme dan radikalisme, serta faham Islamic State of Iraq and Syria di Jawa Barat, Gubernur Ahmad Heryawan menekankan tiga hal penting. 

    Menurut Gubernur, ketiga hal tersebut menjadi penyebab tumbuhnya faham yang menyimpang dan tidak sesuai dengan Pancasila & UUD 1945 tersebut.

    Gubernur mengungkapkan hal tersebut, dalam acara Deklarasi Penolakan ISIS di Jawa Barat serta dialog "Sinergitas Penanggulangan Terorisme dan Radikalisme Daerah Jawa Barat" di Graha Bhayangkara, Jl. Cicendo Bandung, Kamis (9/4). Dan salah satu hal yang menjadi tumbuh dan berkembangnya faham tersebut menurut Gubernur karena kemiskinan dan ekonomi.

    "Situasi ini hadir karena adanya ketidakadilan, kemiskinan, ekonomi, dan masyarakat yang tidak terdidik," ungkap Gubernur.

    "Mari kita hadirkan proses ekonomi dari hulu ke hilir dihadirkan di dalam negeri. Jam kerja dan tenaga kerja hadir di dalam negeri," tambah Gubernur dalam paparannya sebagai narasumber.

    Untuk itu, Gubernur pun mengungkapkan tiga hal yang harus dilakukan dalam menanggulangi faham yang menyimpang dari agama tersebut, yaitu: Hindarkan masyarakat Jabar dari paham terorisme dan radikalisme; detiksi dini penyebaran faham tersebut, karena menurut Gubernur boleh jadi ada diantara kita yang sudah terasuki faham tersebut agar kembali ke jalan yang benar; serta hadirkan keadilan dan pemerataan dibidang ekonomi dan pendidikan.

    "Kita menolak radikalisme dan terorisme termasuk yang dihadirkan oleh ISIS. Dan mengantisipasinya dengan meluruskan pemahaman keagamaan. Karena secara agama dan hukum itu tidak benar," tegas Gubernur.

    Sementara itu, mantan Ketua PBNU sekaligus Dewan Pertimbangan Presiden RI KH. Hasyim Muzadi yang juga hadir sebagai narasumber, mengatakan bahwa dalam memberantas terorisme, Indonesia harus memiliki cara sendiri dan tidak berdasarkan atau demi pihak lain.

    "Di dalam pemberantasan terorisme harus dilakukan demi Indonesia, untuk menyelamatkan Indonesia jangan karena luar negeri. Berantas terorisme ala Indonesia bukan ala orang lain," kata Hasyim Muzadi.

    Untuk itu, menurutnya bangsa ini harus mempunyai pola pikir bagaimana agar teroris tidak ada di Indonesia, bukan bagaimana cara menangkap teroris.

    Selain dialog, pada kesempatan ini, mewakili seluruh masyarakat Provinsi Jawa Barat dideklarasikan penolakan terhadap faham ISIS tersebut, yang berisi:


    Pertama. Menolak secara tegas keberadaan ISIS di Jawa Barat. Kedua. Menyatakan dengan tegas keberadaan ISIS adalah haram karena bertentangan dengan ajaran Islam yang Rahmatan Lil'alamin. Ketiga. Bersama-sama bertekad bulat dan melakukan upaya aktif untuk memberantas keberadaan ISIS di Jawa Barat. Keempat. Mendukung pemerintah daerah/pusat untuk menerbitkan peraturan perundang-undangan yang secara tegas dan jelas melarang keberadaan ISIS di Jawa Barat guna memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

    Turut hadir sebagai pembicara pada acara ini Kepala Kabaharkam Polri, Kapolda Jabar, Pangdam III/Siliwangi, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Ketua MUI Jawa Barat, serta Ketua Forum Pondok Pesantren.

    Hadir pula Unsur FKPD Jawa Barat, Bupati & Walikota/Perwakilan se-Jabar, serta para Tokoh dan Alim Ulama se-Jawa Barat.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus