Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kisah Perang Bubat Sebuah Otokritik

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11864.jpg

    PURWAKARTA–Kisah epos Perang Bubat dalam catatan sejarah kerajaan Sunda (Galuh) dan Majapahit, kini harus dikritisi dari kedua belah pihak baik Galuh maupun Majapahit. Menurut budayawan Sunda sekaligus Bupati Purwakarta Deddy Mulydi, otokrititik untuk Galuh adalah menuruti mengantarkan Citraresmi ke Bubat untuk dinikahi Hayam Wuruk, kemudian kritik  untuk Hayam wuruk adalah tetap memaksakan menikahi Citraresmi.

    “Jika Saya kembali mempergelarkan kisah perang Bubat itu, tidak bermaksud membuka luka lama, tetapi justru sebagai kritik dan otokritik. Harus diakui bahwa Linggabuana sebagai Rajagaluh kurang tepat dengan menuruti keinginan Hayam Wuruk mengantarkan Citraresmi ke Bubat, sedangkan Kritik untuk Hayam Wuruk adalah tetap memaksakan keinginannya untuk menikahi Citraresmi diantara banyak pilihan” ujar Deddy di Purwakrta, Sabtu malam (11/4).

    Menurut Deddy, pagelaran Perang Bubat yang dibuatnya itu juga sebagai upaya mempersatukan kembali persepsi tentang perang bubat yang tidak harus selamanya menajdi alasan permusuhan.
    “Sudahlah, ini catatan sejarah yang memang tidak harus dilupakan, tetapi juga tidak harus menjadi dendam berkepanjangan” katanya.

    Pagelaran cerita Perang Bubat digelar di taman Citraresmi halaman Pendopo Kabupaten Purwakarta, dengan meyatukan seni wayang, tari, puisi dan musik modern. Selain 3 dalang yaitu Dadan Sunandar, Yoga Sunandar dan Awan Amung, hadir juga sebagai bintang tamu Sujewo Tejo. (Pun)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus