Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    MIAP Ajak Tidak Jual Produk Palsu

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11915.jpg

    BANDUNG-Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI (DJHKI) serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) kembali meluncurkan Penghargaan Mall Bersih Indonesia (Indonesia Clean Mall Award 2015) - (“ICMA2015”) pada tanggal 9 April 2015 lalu di Jakarta. Hari ini (15/4) ICMA 2015 disosialisasikan di Bandung kepada para pemilik dan pengelola Mall/Pusat Perbelanjaan serta Pengelola Factory Outlet di Kota Bandung.

    ICMA 2015 merupakan sebuah program sosialisasi dan edukasi yang ditujukan untuk konsumen Indonesia agar memiliki sikap “Peduli Asli”, memahami hak-hak mereka untuk mendapatkan produk-produk asli dan berkualitas. Melalui program ini diharapkan juga partisipasi aktif  dari pemilik dan pengelola Mal/Pusat Perbelanjaan untuk peduli dan memiliki sikap yang sama serta mewujudkannya dengan hanya menjual dan atau mendistribusikan produk-produk yang asli/berlisensi. Dalam hal ini pengelola Mal/Pusat Perbelanjaan  diharapkan melakukan pengawasan yang optimal terhadap penghuni/tenant maupun calon penghuni/tenant mal/pusat perbelanjaan yang dikelolanya. 

    Khususnya Kota Bandung, sebagai sentra gaya hidup di Jawa Barat, sosialisasi juga diberikan kepada para pemilik dan pengelola Factory Outlet yang juga menjadi salah satu pusat pilihan konsumen untuk melakukan kegiatan konsumsi terkait produk pakaian/fashion.

    Widyaretna Buenastuti, Ketua MIAP menjelaskan, melalui ICMA 2015, mal/pusat perbelanjaan anggota APPBI yang menjadi peserta akan dinilai dan dimonitor partisipasinya, selama kurun waktu 2 (dua) minggu, 15–29 April 2015, atau sejak pengumpulan surat pernyataan partisipasi.

    “Mal/pusat perbelanjaan juga akan dinilai dari kreatifitas aktivasi kampanye “PeduliAsli” mereka melalui media sosial yang dimiliki oleh masing-masing mal/pusat perbelanjaan. Antara lain dengan ketik #PeduliAsli dan ICMA201. Kontennya berupa ajakan baik bagi tenant dan konsumen untuk selalu memilih dan menggunakan produk asli/berlisensi” ungkap Widyaretna.

    Kriteria penilaian ICMA 2015 meliputi aspek hukum dan aspek sosial, yang bermuara kepada pemilihan mal/pusat perbelanjaan yang hanya menjual produk asli. Aspek hukum akan meliputi: 1) Peraturan yang menghimbau atau melarang tenant utama untuk tidak menjual atau mendistribusikan produk palsu/bajakan; 2) Peraturan yang menghimbau atau melarang sub-tenant untuk tidak menjual atau mendistribusikan produk palsu/bajakan. 

    Sedangkan Aspek sosial akan mencakup: 1) Bagaimana Mal/Pusat Perbelanjaan melakukan kampanye yang berisi ajakan atau himbauan untuk “PeduliAsli” kepada konsumen dan atau tenant/sub-tenant.; 2) Pelaksanaan kampanye “PeduliAsli” selama masa monitoring program “Indonesia Clean Mal Award 2015” melalui social media.; 3) Ajakan dan sosialisasi secara berkesinambungan terkait anti pemalsuan/pembajakan.; 4) Visual Signage ajakan untuk “PeduliAsli”.

    Program serupa dilaksanakan pada tahun 2011 melalui “Clean Mall Award 2011” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual – Kementerian Hukum dan HAM RI dalam rangka Hari HKI Sedunia Ke-11, diberikan kepada Senayan City sebagai peraih penghargaan.

    “Kota Bandung menjadi salah satu kota yang penting menurut ICMA 2015, karena siapa yang tidak kenal Bandung untuk urusan gaya hidup, khususnya terkait produk fashion. Hal inilah kemudian yang menjadi perhatian untuk mengajak para pemilik/pengelola factory outlet turut serta menggaungkan program Peduli Asli” Widyaretna menambahkan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus