Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Anna Bantu Pasien Atresia Bilier

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12185.jpg

    INDRAMAYU-Sejak lahir Zahwa Dewi (1,5) telah memiliki kelainan saluran empedu  Atresia Bilier, kelainan tersebut adalah suatu keaadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal. Akibatnya terjadi penumpukan di fungsi hati dan mengalami pembekakan atau membusung.

    Penderitaan yang dialami oleh balita Zahwa yang berasal dari Desa Limbangan Kecamatan Juntinyuat tersebut mengugaah hati seorang ibu yang tak lain adalah Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah untuk langsung mengunjungi dan menengok balita tersebut yang saat ini tengah mengalami perawatan di ruang anak RSUD Indramayu, Rabu (06/05/2015).

    Begitu tiba di kamar perawatan Zahwa, orang nomor satu di Indramayu tersebut langsung mengelus kepala Zahwa yang tengah tertidur pulas dan dilanjutkan melakukan perbincangan dengan kedua orang tuanya untuk menanyakan keinginan dalam proses penyembuhannya.

    “Bapak dan ibu maunya bagaimana, kalau mau dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin atau rumah sakit lainnya kami dari pemerintah kabupaten dan juga Yayasan Gempur Gakin siap untuk memfasilitasi dan membantu proses penyembuhan Zahwa, semuanya tergantung bapak dan ibu,” tanya Anna kepada orang tua Zahwa.

    Menanggapi hal tersebut, kedua orang tua balita itu dengan tegas mengatakan bahwa dirinya hanya siap di rawat di RSUD Indramayu. Hal ini mengingat proses penyembuhan untuk Zahwa meskipun di rujuk ke RS lain akan sulit disembuhkan.

    “Terima Kasih kepada ibu bupati yang sudah memperhatikan dan membantu kami, kami ingin Zahwa sembuh, namun demikian biarkan  Zahwa tetap dirawat di RSUD Indramayu. Selama ini memang sudah sering dirujuk ke RS Hasan Sadikin,” kata orang tuanya.

    Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis RSUD Indramayu, dr. Deden Boni Koswara menjelaskan, atresia bilier terjadi karena adanya perkembangan abnormal dari saluran empedu dalam maupun diluar hati yang bisa berupa tidak adanya atau kecilnya lumen pada sebagian atau keseluruhan saluran empedu yang menyebabkan hambatan aliran empedu. Akibatnya didalam hati dan darah terjadi penumpukan garam empedu dan peningkatan kadar bilirubun direk.

    Untuk proses penyembuhan Zahwa ini bisa dilakukan dengan operasi cangkok hati ketika berusia 3 tahun. Penyakit tersebut merupakan penyakit langka namun keberadaannya di Indramayu ditengarai cukup banyak.

    “Kita hormati keputusan kedua orang tuanya yang mau tetap dirawat di RSUD Indramayu ini, kami berikan pelayanan maksimal agar kondisinya membaik. Bupati pun tadi sudah menawarkan untuk dirujuk ke RS yang lebih memiliki peralatan yang memadai, namun kedua orang tuanya menolak, kita hormati keputusan orang tuanya,” tegas Deden. (deni / Humas Pemkab Indramayu)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus