Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Masyarakat Daerah Longsor Harus Tetap Waspada

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12204.jpg

    BANDUNG- Masyarakat Jawa Barat harus memahami bahwa wilayah Jabar sebagian besar merupakan daerah yang rawan longsor. Demikian dikemukakan Kepala Badan Geologi Kementerian, Surono.

    “Kalau Jabar itu nomor satu gerakan tanah atau tanah longsor,itu setiap musim hujan pasti terjadi dan pasti ada korbannya baik itu korban harta benda maupun jiwa,” ucapnya.

    Oleh karenanya menurut Surono, pihaknya meminta kepada masyarakat yang berada di daerah longsor  di Dusun Cibitung (Gunung Bedil) Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, untuk tetap waspada terhadap kemungkina  akan terjadi longsor susulan.

    “Yang haus kita lakukan tidak usah panik, tapi kita menyiapkan diri, menyiapkan diri seperti apa ya misalnya penataan ruang yang baik, ada kesempatan orang itu menyelematkan diri,” ujarnya.

    Karena menurut Surono , manusia tidak bisa melawan kehendak alam, tetapi kita sendiri sebagai manusia harus menjaga alam agar tetap bisa bersama.

    “Tidak mungkin kita memaksakan, menghindari alam untuk alam mengikuti kehendak kita tetapi kita harus mengengenering diri dan lingkungannya agar kita bisa bersikap arif dan bisa menyatu dengan alam,” ucapnya.

    Sebelumnya diberitakan bencana tanah longsor di Dusun Cibitung (Gunung Bedil) Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, untuk telah menimpa pipa saluran geothermal milik Star Energy Geotherm, manusiaal (Wayang Windu) Ltd. yang mengakibatkan terjadinya kerusakan dan terputusnya pipa produksi Perusahaan.

    Dan material uap panas dalam jumlah besar pada pipa yang terputus tersebut mengakibatkan ledakan sehingga power plant Star Energy saat ini dalam keadaan berhenti  beroperasi serta telah meninggalkan korban jiwa. (Parno)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus