Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pergelaran Seni Manorek Memukau Penonton

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12363.jpg

    BANDUNG- Pergelaran Seni Tradisional Manorek, Selasa (19/5) sore berhasil memukau kurang lebih 1000 penonton yang memadati Teater Tertutup Balai Pengelolaan (BP) Taman Budaya Provinsi Jawa Barat, Jalan Bukit Dago Selatan Nomor 53A, Kota Bandung.

    Dalam pergelaran dengan durasi satu setengah jam itu, para seniman Lingkung Seni Sinar Rahayu dari Desa Purwasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis membawakan lakon “Kendit Birayung” dengan sutradara Agus Tinus.

     Lakon Kendit Birayung yang dimainkan oleh kurang lebih 40 orang seniman ditambah dengan nayaga 10 orang itu, menurut Kepala Seksi Pengembanga BP Taman Budaya Provinsi Jawa Barat, Iwan Gunawan, S.Sn, MM, menceritakan tentang seorang gadis yang diperebutkan oleh beberapa orang raja sehingga terjadi semacam sayembara.

    “Lakon tersebut merupakan pesan moral kepada masyarakat, betapa bernilainya seorang perempuan itu, betapa mulianya seseorang sehingga harus disayembarakan. Ada beberapa criteria yang harus dicapai untuk memenuhi syarat yang diinginkan oleh seseorang tersebut. Artinya, tidak mudah, banyak tantangan. Ini merupakan simbul perjuangan. Dalam lakon tersebut, ada semacam nilai-nilai etik. Ada juga nilai pilosofisnya bahwa manusia adalah sosok yang mulia,” kata Iwan Gunawan di kantornya, Gedung Balai Pengelolaan Taman Budaya Provinsi Jawa Barat, Rabu (20/5)  kepada jabarprov.go.id

    Pergelaran Seni Tradisional Manorek di Teater Tertutup Balai Pengelolaan Taman Budaya, Kota Bandung tersebut, menurut Iwan, merupakan bagian dari kegiatan Revitalisasi Seni Tradisional Seni Manorek yang dilakukan oleh BP Taman Budaya Provinsi Jawa Barat dalam tahun anggaran 2015, dimaksudkan agar seni Manorek lebih dikenal oleh masyarakat luas.

    “Ternyata Seni Manorek sering dibincangkan orang, tidak hanya di Kabupaten Ciamis, tapi juga di daerah lain di Jawa Barat, termasuk di Kota Bandung. Mungkin karena dulunya mereka pernah mendengar tentang kesenian itu, tetapi mereka tidak tahu persis wujudnya seperti apa. Sehingga setelah dipergelarkan, mereka menjadi tahu kembali Seni Manorek yang sebenarnya,” katanya. (enal)  

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus