Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    TPID se- Jabar Selenggarakan Rakor

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12381.jpg

    BANDUNG - Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota se-Jawa Barat diselenggarakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat.

    Rakor ini diikuti oleh anggota Tim Teknis Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) dan perwakilan TPID dari Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dengan tujuan untuk persiapan menjelang kegiatan Rakornas VI TPID yang rencananya akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 27 Mei 2015.

    Pertemuan ini membahas berbagai hal seperti rencana kegiatan Rakornas VI TPID,penyampaian isu strategis yang akan dibahas pada Rakornas, tindak lanjut himbauan Menteri Dalam Negeri mengenai stabilisasi pangan dan inflasi menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1436 H.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Rosmaya Hadi,  enyampaikan bahwa Rakornas VI TPID akan dibuka dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

    "Rakornas TPID merupakan forum koordinasi tertinggi TPID, yang berperan untuk merumuskan arah strategi pengendalian inflasi di daerah dalam rangka mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional. Untuk itu, kehadiran seluruh Kepala Daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam acara Rakornas dimaksud sangat krusial."

    Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Rahmat Dwisaputra menambahkan ada beberapa  isu yang berkembang di Jawa Barat dan juga akan diangkat menjadi isu Nasional seperti permasalahan alih fungsi lahan pertanian, penguasaan stok bahan pangan oleh pedagang dan panjangnya rantai distribusi, dan upaya perluasan akses petani ke pasar.

    "Terkait dengan permasalahan alih fungsi lahan, Pemerintah Provinsi, Kabupaten, maupun Kota diharapkan melakukan pembatasan alih fungsi lahan pertanian, serta memberikan edukasi kepada Gapoktan di sentra produksi."

    Sementara itu, permasalahan penguasaan stok bahan pangan dan panjangnya rantai distribusi, akan dilakukan pemetaan rantai distribusi komoditas pangan dan mendorong penggunaan jalur kereta api sebagai alternatif transportasi. Adapun terkait perluasan akses petani kepasar dapat ditempuh alternatif optimalisasi penggunaan gudang pooling commodity sebagai bagian dari rantai tata niaga. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus