Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Beri Sanksi Tegas Pelaku Penelantaran Anak

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12462.jpg

    JAKARTA - Kasus penelantaran anak yang terjadi di kawasan Cibubur, Jakarta belum lama ini, patut disesali. Perbuatan orang tua yang menelantarkan anak jelas melanggar UU Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014. Pada bagian UU tersebut disebutkan bahwa anak yang tidak terpenuhi kebutuhan fisik, mental, spiritual, maupun sosialnya, disebut anak terlantar. Sedangkan penelantaran anak merupakan tindak kekerasan pada anak.

    Ketua Bidang Perempuan (Bidpuan) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati menyampaikan hal ini di sela kegiatan rapat rutin Bidpuan di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta, Ahad (24/5).

    Dalam release yang diterima jabarprov.go.id, Senin (25/5), Anis menekankan bahwa Bidpuan DPP PKS mendukung pemberian sanksi tegas bagi pelaku penelantaran anak untuk menjadi efek jera bagi masyarakat.

    "Anak adalah anugerah Ilahi dan kebutuhan fitrah manusia. Oleh karena itu, anak memiliki hak dari kedua orang tuanya untuk mendapatkan perlakukan yang lembut dan adil, bukan ditelantarkan. Pun, ketika anak melakukan kesalahan, tidaklah sepatutnya anak diperlakukan dengan semena-mena,” tegas Anis.

    Lulusan Doktor dari Universitas Airlangga ini menjelaskan anak adalah aset dan generasi penerus yang menentukan arah perjalanan suatu bangsa. Oleh karena itu, anak harus dilindungi dan diberikan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembangnya. Anak, kata Anis, harus diberikan contoh aplikasi sikap saling menyayangi antara anggota keluarga, tetangga, maupun teman.

    “Anak harus diberikan contoh bagaimana memuliakan orang yang usianya lebih tua dan menyayangi orang yang lebih kecil, mencintai kebaikan di masyarakat, dan saling membantu dalam kebaikan. Kalau sejak kecil anak tidak mendapatkan kasih sayang, bahkan mendapatkan pengabaian dan kekerasan, bagaimana dia bisa menjadi pribadi yang memiliki rasa cinta, kelembutan, dan kepedulian pada dirinya dan sesamanya? Kalau unsur pembentuk negara, yaitu generasi penerus ini lemah, bagaimana kita bisa menjadikan bangsa kita maju, kuat, dan memiliki karakter peradaban tinggi?” ujar Anis penuh prihatin.

    Anis mengajak masyarakat, terutama para orang tua, untuk bersikap lebih sabar dalam mendidik anak-anak. Menurutnya, nasihat dan hikmah dari tokoh-tokoh besar dunia dapat menjadi salah satu resep membesarkan anak secara berkualitas. Ia menyontohkan pesan Imam Ghazali dan Ibnu Khaldun yang mengatakan bahwa anak kecil adalah amanah bagi orang tuanya, sedangkan kekerasan bukan sikap bijaksana membesarkan mereka.  

    “Janganlah kita menggunakan kekerasan fisik pada anak-anak. Jika anak-anak tidak menuruti keinginan orang tua. Zaman semakin maju, tantangan semakin besar, kearifan orang tua dalam mendidik anak-anak juga semakin dibutuhkan,” pungkas Anis. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus