Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Publik Dapat Layanan Penyiaran Yang Baik

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12492.jpg

    SUBANG-Keberadaan Komisi Penyiaran (KPI) baik di pusat maupun di daerah adalah sebagai upaya untuk menjamin masyarakat memperoleh layanan penyiaran yang baik dan benar. Karena kegiatan penyiaran menggunakan ranah milik publik yaitu kanal/gelombang udara yang menurut amanat UUD 1945 harus dimanfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

    Hal demikian dikemukakan Ketua KPID Jabar, Dedeh Fardiah, saat membuka “Sosialisasi tentang Peningkatan Pemahaman Literasi Media Penyiaran Kepada Lembaga Pendidikan di Kabupaten Subang” yang berlangsung di Ruang Multimedia SMKN 1 Subang, Rabu (27/5/2015).

    Dedeh Fardiah, mengajak kepada masyarakat untuk ikut mengawasi penyiaran dengan berperan aktif. “Masyarakat juga bisa ikut mengawasi lembaga penyiaran,” ujarnya.

    Kegiatan ini diselenggarakan oleh KPI Daerah Jawa Barat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi media penyiaran khususnya untuk dunia pendidikan. Kegiatan ini menghadirkan Anggota Bidang Kelembagaan KPID Jawa Barat, Ir. Irianto Edi Pramono, Pengamat Penyiaran, Deni Nurdyana dan Praktisi Penyiaran, Dr. Harley Prayuda.

    Edi Pramono menjelaskan, makna Literasi Media Penyiaran adalah upaya penyadaran kepada pemirsa bahwa penyiaran ialah kegiatan yang telah dibentuk oleh penyelenggara penyiaran. Pesan yang disampaikan satu lembaga penyiaran dengan lembaga penyiaran lainnya akan berbeda tergantung dari kepentingan dan penyelenggaraan penyiaran itu memiliki implikasi ekonomis.

    Ada hal-hal yang harus ditaati dalam kegiatan penyiaran yaitu Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) yang menjadi acuannya. Pentingnya literasi media penyiaran ialah untuk memberikan kemampuan pemirsa dalam menerima pesan penyiaran, jelas Edi.

    Maka peran aktif pemirsa terhadap literasi media menjadi penting. Salah satu peran aktifnya ialah melaporkan kepada KPID apabila menemukan pelanggaran untuk melaporkannya. Untuk KPID Jawa Barat menyediakan saluran pengaduan berupa e-mail: kpijabar@gmail.com, twitter: @kpidjabar1, SMS di nomor 081573107000 dan Fanpage Facebook KPID Jawa Barat atau langsung bersilturahim ke Kantor KPID Jawa Barat di Jalan Malabar No. 64 Bandung. Laporan harus jelas dan dicantumkan identitas pelapor. “Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor,” ujarnya.

    Guna meningkatkan literasi media penyiaran kepada masyarakat, lanjut Edi, KPID Jawa Barat siap diundang untuk datang. “Kami (KPID Jawa Barat) siap memberikan pencerahan mengenai literasi media penyiaran kepada masyarakat.

    Selaku Pengamat Penyiaran, Deni Nurdyana menyatakan bahwa penyiaran bisa menjadi sahabat yang baik dan bisa juga menjadi perusak. “Perlu kecerdasan dalam menghadapi derasnya penyiaran. Terutama dikeluarga,” ujarnya. Karena keberadaan penyiaran, khususnya televisi, sering melenakan waktu. Oleh karena itu ketegasan keluarga pada televisi diperlukan misalnya dengan membatasi waktu menoonton televis bagi anggota keluarga.

    Hal lain disampaikan Praktisi Penyiaran, Harley Prayuda yang mengatakan bahwa dalam media dituntut krativitas tingggi. “Terkadang kegiatannya spontan,” ujarnya. Ini pula yang membuat rawan pelanggaran. Namun pihak praktisi pun tetap memperhatikan batasan yang telah ditetapkan.

    Harley mengatakan bahwa “gempuran” penyiaran mengalami perkembangan terutama saluran internet yang makin mudah diperoleh masyarakat.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus