Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pengrajin Batako Cibeber Masih Gunakan Alat Cetak Sederhana

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12504.jpg

    CIMAHI- Para pengrajin batako di RW 07 dan RW 08 Kampung Ciseupan, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi masih menggunakan alat produksi sederhana berupa alat cetak batako  sekaligus alat untuk mengepresnya terbuat dari besi dengan kapasitas satu alat cetak menghasilkan satu batako.

    “Alat cetak batako ini kami beli dari pengrajin alat cetak batako di Kelurahan Leuwigajah,” kata Ade, salah seorang pengrajin batako di RT 03 RW 07 Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi ketika jabarprov.go.id mengunjungi lokasi pembuatan batako di kampung yang terletak di kaki Gunung Padakasih itu belum lama ini.

    Meski alat cetak dan sekaligus sebagai alat pengepres tersebut masih sederhana, tapi harganya mencapai Rp 2,5 juta per buah.

    Menurut Ade, agar dapat menggunakan alat cetak batako terbuat dari besi itu dengan menghasilkan batako yang mulus sesuai standar, dirinya membutuhkan waktu satu minggu. “Awal-awal membuat batako dengan alat ini, selalu gagal. Tapi, setelah seminggu baru bagus sesuai dengan yang diharapkan. Sekarang saya sudah mahir, namun karena sudah tua hanya kuat membuat batako sebanyak 400 buah saja setiap harinya. Mencetak batako itu membutuhkan tenaga untuk ngepresnya,” kata Ade yang mengaku kini berusia 56 tahun itu.

    Berdasarkan pantauan jabarprov.go,id, produksi batako yang dihasilkan para pengrajin batako di Kampung Ciseupan, Kelurahan Cibeber, bentuk dan ukurannya sama, yaitu berbentuk balok, ukuran panjang 21 centimeter, lebar 11 centimeter dan tingginya 6 centimeter. Batako tersebut dijual dengan harga antara Rp 600 sampai Rp 650 per buah sampai naik dalam bak terbuka mobil angkutan.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun jabarprov.go.id dari Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi, para pengrajin batako tersebut akan dilakukan pembinaan yang melibatkan banyak pihak, yaitu pemerintah, kalangan akademisi, bisnis dan komunitas. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus