Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gagasan Pembangunan Museum Gedung Sate Dibahas dalam FGD

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12596.jpg

    BANDUNG-Gagasan Pembangunan Museum Gedung Sate dibahas dalam Fokus Group Discussion (FGD) Revitalisasi Ruang Pamer (Museum) Gedung Sate yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Ruang Papandayan, Gedung Sate, Jalan Diponegoro 22, Kota Bandung, Kamis (6/4).

    Dalam FGD yang diikuti oleh 28 peserta terbagi dalam tiga group tersebut, Ruly Rahadian dari PT Alocita menyampaikan paparan dengan judul Menggagas Pembangunan Museum Gedung Sate. Antara lain Ruly menjelaskan tentang di balik keanggunan Gedung Sate, Gedung Sate sebagai bukti sejarah, Gedung Sate sebagai rujukan keilmuan, Gedung Sate 95 tahun kemudian, gagasan pembangunan museum, manfaat pembangunan meseum, lokasi museum, rekomendasi pengolahan ruang, rekomendasi konten dan rekomendasi konteks.

    “Gagasan Pembangunan Museum Gedung Sate sebuah gagasan dalam rangka membangkitkan pola pikir masyarakat untuk mengapresiasi khazanah daerahnya melalui peninggalan masa lalu, agar menjadi sarana pengajaran serta spirit kejuangan, sehingga mampu menjadikannya sebagai acuan untuk visi ke depan,” kata Ruly.

    Menurut Ruly, ada lima manfaat pembangunan Museum Gedung Sate, yaitu untuk pengayaan asset sejarah dan budaya, sebagai obyek wisata edukatif dan rekreatif, sebagai sarana studi, untuk pengayaan keanekaragaman museum di Bandung dan sebagai nilai tambah dan optimalisasi pemanfaatan Gedung Sate.

    Mengenai konten museum, Ruly menyampaikan rekomendasi yaitu gambaran pemerintahan Hindia Belanda tahun 1900 awal, gambaran kota Bandung tahun 1900 awal, pembangunan Gedung Sate dikaitkan dengan Tata Kota Bandung, proses desain, proses pembangunan, informasi lingkungan Gedung Sate, informasi fisik Gedung Sate, pemanfaatan Gedung Sate masa Hindia Belanda, tinggalan benda-benda dan dokumen bersejarah, peristiwa di Gedung Sate masa Hindia Belanda, peristiwa penting masa kemerdekaan dan perkembangan pemanfaatan Gedung Sate.

    Ruly juga menyampaikan rekomendasi terkait konteks museum Gedung Sate yaitu modern, akurasi informasi (sebagai bahan studi), penyediaan data digital, fisik bangunan dikembalikan sebagaimana kondisi asal, memberikan perhatian terhadap kebutuhan difable, penataan ruang luar sebagai bagian dari image museum, mengingat lokasi museum berada di dalam gedung perkantoran dan keterpaduan fungsi dengan fasilitas pelayanan yang telah tersedia.

    Adapun ruangan yang akan dijadikan Museum Gedung Sate direncanakan ruangan yang saat ini berfungsi sebagai Perpustakaan Gedung Sate, yang berada di basement Timur Gedung Sate. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus