Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Momentum Harganas Ke-22, Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12599.jpg

    BANDUNG. Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) kembali diperingati. Harganas, tahun ini diperingati untuk yang ke-22. Peringatan Harganas tahun ini, diharapkan menjadi momentum untuk memotivasi seluruh pemangku kepentingan terkait secara bersama-sama dengan masyarakat Jabar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal demikian, diungkapkan Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jum'at (5/6).

    Gubernur, lebih lanjut memaparkan, lingkungan khususnya lingkungan keluarga memeliki peran penting dalam mewujudkan kepribadian suatu individu. Mengingat pentingnya peran keluarga, maka pemerintah perlu terus memfasilitasi para keluarga agar terjamin kesejahteraannya.

    Gubernur, menambahkan dengan peringatan Harganas ke-22 tingkat Jabar tahun 2015 diharapkan dapat menjadi wahana efektif sebagai ajang penguatan sinergitas dan komitmen yang mantap diantara seluruh stakeholders dalam rangka mengoptimalkan peran dan fungsi keluarga sebagai pilar utama pemberdayaan sumber daya manusia yang unggul, tangguh dan berkualitas.

    Gubernur, dalam keterangannya secara terpisah kepada wartawan mengatakan, kini masyarakat makin terdidik. Konsekuensi atas hal tersebut,  pendidikan harus peka terhadap lingkungan. Berkenaan dengan Harganas harus meningkatkan kepekaan keluarga. Pendidikan harus meningkatkan kepekaan terhadap keluarga, lingkungan dan masyarakat secara luas.

    Melalui Harganas, diharapkan dapat membangun  keluarga yang harmonis tanpa ada adanya peristiwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

    Pendidikan, juga  harus dihadirkan untuk mendidik masyarakat sehingga masyarakat memiliki kepekaan untuk menjaga lingkungan. Regulasi untuk memberikan perlindungan kepada keluarga kini sudah ada. Regulasi tersebut, berupa UU dan Perda. Aturan tersebut, harus ada proses sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi kepada masyarakat, ujar Gubernur  dapat dilakukan melalui Babinsa, Babinkantibmas dan Kepala Desa. (NR)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus