Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur : Semua Pihak Wajib Perhatikan Petani

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12693.jpg

    BANDUNG-Semua pihak wajib memperhatikan petani, karena petani menjadi satu-satunya solusi manakala terjadi masalah kelaparan. Oleh karena itu petani harus diperhatikan termasuk dalam hal kesejahteraannya.

    Hal demikian dikemukakan oleh Gubernur Ahmad Heryawan, ketika memberikan arahan dalam acara Hari Krida Pertanian Tingkat Provinsi Jawa Barat, Rabu (10/6) yang berlangsung di Gedung Sabilulungan Kab. Bandung.

    Berbicara masalah petanian, tentu akan berbicara pula tentang alam. Yaitu alam yang berupa tanah dan air. Tiadalah artinya pertanian itu bila tidak ada tanah dan air, jelas Gubernur.

    Mengenai tanah, lanjut Gubernur, itu harus terus dipelihara oleh para petani agar terjaga tingkat kesuburannya. Untuk menjadikan tanah itu subur, tentu harus ada upaya secara alami pula, yaitu dengan menggunakan pupuk alam. Seperti halnya jerami di sawah jangan dibakar, ujar Gubernur.  Karena secara alami, jerami itu  mengandung unsur hara yang dapat menyuburkan tanah. Kondisi dilapangan, imbuhnya, para petani banyak yang membakar jerami, dan itu salah.

    Demikian pula tentang air, maka wajib kita menjaga kebersihannya. Sebab dengan air yang bersih dan baik, maka akan menghasilkan tanaman yang bersih dan baik pula. Oleh karena itu, air jangan kita kotori dengan berbagai limbah, jelas Gubernur.

    Kendatipun kesuburan tanah itu lebih baik dibangun dengan pupuk alami, namun para petani masih memerlukan pupuk kimia.

    Soal pupuk kimia ini, Gubernur telah dan sedang berupaya agar subsidinya tidak terjadi di hulu. Tetapi seyogianya subsidi itu adanya di hilir (di petani langsung). Sebab, bila subsidi pupuk adanya di hulu, maka seringkali  banyak penyimpangan. Oleh karena itu yang terbaik adalah bahwa subsidi itu dilakukan dihilir, sehingga harganya memadai dan terjangkau para petani. 

    Gubernur juga  menyinggung soal maraknya kenaikan produk pertanian, seperti halnya, Cabei, Sayuran, dan beras serta lainnya. Menurut gubernur, biarkan kenaikan itu terjadi, karena para petanipun ingin mendapat keuntungan. Sekali-sekali, kita memberikan harga yang memadai kepada petani sehingga setiap produknya mendapat harga yang baik. 

    Gubernur memberikan apresisasi tinggi terhadap Menteri Pertanian dan Menteri perdagangan, walaupun harga sayuran seperti cabai dan beras cukup tinggi, tetapi tidak mau membuka impor dari negara lain. Hal demikian menurut gubernur karena untuk melindungi petani kita.

    Sementara itu sebelum memberikan arahannya, Gubernur menyampaikan berbagai hadiah dan penghargaan kepada para kontak tani anadalan yang telah berprestasi. Bagi mereka yang meraih prestasi terbaik, secara khusus diberikan pula hadiah berupa "pergi umrah" yang ongkosnya diberikan Gubernur Heryawan.

    Hari Krida Pertanian (HKP) Tahun 2015 di Kab.Bandung, diikuti seribu orang para kontak  tani andalan dengan kegiatannya berupa : pelatihan bidang pertanian, perikanan, dan perkebunan. Selain itu, untuk menginformasikan berbagai kemajuan bidang pertanian di Kab/KO (daerah) diselenggarakan pula pameran pembangunan hasil pertanian yang diikuti 26 Kab/Ko se-Jabar dan dinas lingkup Pertanian Pemprop. Jabar. 

    Usai acara dialog Gubernur dan para kontak tani andalah, Gubernur Ahmad Heryawan, menyempatkan diri meninjau stand-stand pameran dan berdialog tentang produk-produk pertanian yang ditampilkan, dan sesekali mencicipi sajian produk pertanian, seperti : buah jeruk Garut, Kesemeuk, dan Sawo. Khusus di stand Dinas Perkebunan Prov. Jabar, mencoba kelezatan Kopi Java Preanger yang menjadi andalah expor Jawa Barat itu.    

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus