Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kritis, Kondisi Hutan di Sukabumi Selatan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/149280605.gif

    Kondisi Kawasan hutan di wilayah Sukabumi Selatan banyak yang kritis akibat alih fungsi lahan. Kondisi tersebut mengancam pasokan air baku bagi masyarakat serta ancaman kekeringan kawasan pertanian akibat makin menyusutnya debit air sejumlah sungai di Sukabumi Selatan."Rehabilitasi kawasan hutan sudah sangat mendesak. Kekeringan sudah di depan mata dan bisa berakibat munculnya kerawanan pangan," ujar Anggota DPR RI asal Dapil Sukabumi, Yudi Widiana Adia saat meninjau jaringan irigasi Ciletuh, Kecamatan Surade, Sukabumi, Minggu (2/1).

    Salah satu kawasan hutan yang harus segera di rehabilitasi atau dihijaukan kembali adalah kawasan hutan Gunung Hanjuang Barat. Adanya pertambangan emas ilegal maupun kegiatan masyarakat lainnya membuat lebih dari 70 persen sudah gundul.

    Yudi yang didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai, Kementerian PU, Mudjiadi meninjau daerah irigasi Ciletuh yang sebagian besar mengalami kekeringan. Dari 6.000 hektar lebih sawah yang bisa di airi, saat ini hanya sekitar 3.000 hektar yang terairi. Itupun beberapa ratus hektar terpaksa mengandalkan air hujan karena penyusutan air yang sangat ekstrim.

    Saat ini masyarakat di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Ciracap, Kecamatan Ciemas, dan kecamatan Waluran mengeluhkan kondisi tersebut.

     

    Ancaman kekeringan

    Menurut salah seorang tokoh masyarakat Ciracap, Apud, berulangkali mereka meminta pemerintah pusat menambah jaringan irigasi karena ratusan hektar sawah mengalami kekeringan. Namun permintaan itu sulit dipenuhi karena menyusutnya debit air Sungai Ciletuh yang menjadi sumber air jaringan irigasi Ciletuh.

    Nampaknya keinginan masyarakat di tiga Kecamatan itu bakal segera terpenuhi. Menurut Yudi, kementerian PU setuju mengalokasikan dana Rp 5 Miliar untuk memperluas jaringan irigasi Ciletuh termasuk membangun bendungan dan situ di kawasan tersebut.

    Namun sejalan proses pembangunan berjalan, Yudi berharap pihak Perhutani maupun Pemerintah Provinsi segera merehabilitasi kawasan hutan Hanjuang Barat dengan gerakan penghijauan.

    "Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Perhutani dan mereka berjanji akan melakukan penghijauan di kawasan Hanjuang Barat," tegas Yudi.

    Antisipasi Rawan Pangan

    Lebih lanjut Yudi mengatakan, pembangunan jaringan irigasi baru maupun waduk di Ciletuh sangat penting. Seperti diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa tahun 2013-2014 cuaca sangat ekstrim sehingga produksi padi dikhawatirkan anjlok.

    "Pembangunan jaringan irigasi Ciletuh berfungsi juga mengantisipasi kerawanan pangan di Kabupaten Sukabumi," ujar Yudi.

    Dengan luasan lahan mencapai 6.000 hektar sawah, maka kawasan Ciletuh bisa memproduksi sedikitnya 36.000 ton gabah kering giling atau setara 22 ribu ton beras. Oleh karena, penghijauan kawasan hulu menjadi syarat mutlak

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus