Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Klaim Tangani 626 Kejadian Bencana

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_12921.jpg

    BANDUNG-Pemprov. Jabar melalui BPBD Prov. Jabar mengklaim, bahwa sepanjang tahun 2014, sudah menangani 626 kejadian bencana  di seluruh daerah di Jabar. Hal tersebut, diungkapkan Kepala BPBD Jabar, R. Haryadi dalam rapat dengan Komisi V DPRD Jabar, Jum'at (26/2).

    Haryadi, dalam pertemuan tersebut mengatakan, Jabar dalam indeks rawan bencana di beberapa Kabupaten/Kota menempati 6 posisi teratas secara nasional dengan tingkat kerawanan tinggi. Daerah tersebut antara lain : Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.

    Dari kejadian bencana yang ditangani sebanyak 626 kejadian tersebut,  jenis bencananya meliputi : longsor,  kebakaran, angin puting
    beliung, banjir dan gempa bumi.

    Khusus untuk antisipasi dan penanggulangan bencana banjir dan longsor, di tahun 2014 Pemprov. Jabar telah membuat status pernyataan siaga darurat bencana banjir dan longsor. Hal ini dibuat untuk mengantisipasi pencegahan dan penanggulangan bencana yang akan terjadi maupun sedang terjadi dan merupakan instruksi dari BNPB.

    Haryadi, lebih lanjut memaparkan, sepanjang tahun 2014 juga sudah direalisasikan beberapa program . Untuk penanggulangan bencana alam dan perlindungan masyarakat. Program ini diimplementasikan dalam berbagai kegiatan. Kegiatan yang sudah direalisasikan  antara lain : penyiapan networking trauma center pasca bencana, penguatan pusat pengendalian operasional BPBD Jabar, pelatihan  dan penyediaan infrastruktur lingkungan daerah bencana, fasilitasi pemantapan relawan penanggulangan bencana, fasilitasi pengawasan dan pengendalian kawasan rawan bencana, pelatihan pemulihan psikososial pascabencana, penyediaan dan pelatihan rumah siap bangun pascabencana, penanggulangan bencana dan penanganan kedarurat di Jabar.

    Kegiatan berikutnya, lanjut Haryadi, yaitu, Mitigasi kesiapsiagaan bencana daerah rawan bencana, pelatihan penilaian kerusakan dan kerugian pascabencana serta penyediaan logistik dan alat-alat evaluasi untuk penanggulangan bencana di Jabar.(NR)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus