Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BRSPD Memberikan 4 B Kepada Penyandang Disabilitas

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13018.jpg

    CIMAHI- Kepala Balai Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas (BRSPD) Cibabat-Cimahi, Drs. Tonton Prihartono mengatakan, pihaknya memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada para penyandang disabilitas tubuh dan rungu wicara melalui kegiatan 4 B, yaitu bimbingan social, bimbingan fisik, bimbingan mental dan bimbingan keterampilan.

    “Sejak tahun 2003 hingga tahun 2014, kami telah memberikan pelayanan 4 B kepada 975 penyandang disabilitas. Dan tahun 2015 ini, kami memberikan pelayanan kepada 100 orang disabilitas. Jadi, setiap tahunnya kami memberikan bimbingan kepada 100 orang penyandang disabilitas, tersebar di kabupaten/kota se-Jawa Barat,” ungkap Drs. Tonton, didampingi oleh Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial BRSPD Cibabat-Cimahi, Dra. Endang Suhardini, MM kepada jabarprov.go.id, di ruang kerjanya Gedung BRSPD Cibabat-Cimahi, Jalan Raya Cibabat Nomor 331, Cibabat, Kota Cimahi kepada jabarprov.go.id, Rabu (1/7).

    Drs. Tonton menjelaskan, BRSPD Cibabat-Cimahi merupakan unit pelaksana teknis dinas di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 40 Tahun 2010, BRSPD Cibabat-Cimahi mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi dinas di bidang rehabilitasi social penyandang disabilitas, khususnya penyandang disabilitas tubuh dan rungu wicara, melalui system panti. Sedangkan fungsinya adalah penyelenggaraan pengkajian bahan petunjuk teknis social penyandang disabilitas, khususnya penyandang disabilitas tubuh dan rungu wicara.

    Pemberian Pelayanan melalui kegiatan 4 jenis Bimbingan kepada penyandang disabilitas tersebut, menurut Drs. Tonton, dilaksanakan selama 8 bulan. Bimbingan social terdiri dari bimbingan social perorangan, bimbingan social kelompok dan bimbingan social masyarakat. Bimbingan fisik terdiri dari senam kesegaran jasmani, pemeriksanaan kesehatan dan pemberian makanan dengan menu yang sehat dan seimbang.

    Bimbingan mental meliputi pemberian pengetahuan keagamaan dan pembinaan mental spiritual. Sedangkan bimbingan keterampilan terdiri dari keterampilan inti dan keterampilan ekstrakurikuler. Keterampilan inti meliputi keterampilan menjahit, keterampilan elektronika, keterampilan montir motor, keterampilan handycraf dan sulam border. Sedangkan keterampilan ekstrakurikuler meliputi bimbingan kewirausahaan, kegiatan rekreasi dan kegiatan olah raga.

    Ke-100 orang penyandang disabilitas  yang diberikan pelayanan itu wajib mengikuti semua bimbingan.

    “Harapan kami apabila mereka kembali ke daerahnya masing-masing bisa berfungsi social di lingkungan masyarakat dan bisa mandiri, minimal bisa mengatasi atau bisa menyelesaikan persoalan dirinya dan tidak ketergantungan kepada orang lain.  Mereka diharapkan bisa menerapkan hasil bimbingan yang diberikan BRSPD dalam kehidupan sehari-harinya,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus